Mesin Gate E-ticketing Macet, Penumpang Kesal

antrean penumpang
Antrean yang Mengular (foto: VIVAnews)

– Hari ini, 1 Juli 2013, PT Commuter Jabodetabek (KCJ) memberlakukan dengan tarif progresif. Meskipun sejak Juni lalu sudah dilakukan sosialisasi dan uji coba, hingga saat ini masih banyak penumpang yang bingung.

Tidak sedikit penumpang yang belum mengerti cara masuk dan keluar menggunakan kartu elektronik. Akibatnya, terjadi antrean panjang di Stasiun Tebet, terlebih lagi mesin gate in maupun gate out mengalami gangguan.

Karena masalah tersebut, beberapa petugas keamanan turun tangan untuk membantu para penumpang dari arah Bogor yang tujuannya Stasiun Tebet. Para petugas keamanan ini beralih profesi menjadi petugas .

Akhirnya, e-ticket yang seharusnya dimasukkan ke dalam lubang gate, hanya disimpan di atas alat itu. Bahkan petugas mengambilnya dengan cara manual, tanpa menggunakan mesin.

Masalah utamanya adalah alat tersebut kerap menjadi macet dan mengalami gangguan. Sehingga tidak sedikit penumpang yang turun menjadi kesal. Seperti Imas yang menggunakan kereta dari Depok ke Tebet.

“Alatnya cepat rusak, apalagi pintu di Stasiun Tebet hanya satu. Harusnya disediakan banyak. Meski bagus dan modern tapi jadi seperti menghambat,” keluh Imas kepada VIVAnews.

Untuk mengatasi masalah tersebut, di setiap pintu masuk dan keluar disediakan seorang teknisi atau operator untuk memperbaiki alat yang bermasalah.

“Banyak penumpang yang tidak bisa diatur, mereka tidak sabar, masukin buru-buru jadi alatnya macet,” kata Alan Setiawan, seorang teknisi tiket.

Kepala Stasiun Tebet, Winata Kusuma, berjanji akan memaksimalkan kinerja gate pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Saat ini alat kami masih ada enam, tiga untuk masuk, dan tiga untuk keluar. Kalau kondisinya ramai penumpang seperti waktu pagi kami bisa setting gate-nya untuk keluar, kalau untuk sore sebaliknya,” kata Winata.

Menurut Winata, para penumpang sudah jauh lebih paham, sebab, sosialiasi dengan e-ticketing sudah lama dilakukan.

Seperti yang dicanangkan sebelumnya dengan sistem progresif, tarif dihitung berdasarkan jumlah . Dengan adanya Public Service Obligation (PSO), setiap lima stasiun pertama, tiket yang harus dibeli para penumpang menjadi Rp2.000 dan tiap tiga stasiun berikutnya hanya Rp500. Tiket progresif membuat harga tiket jadi lebih murah. Biasanya, tarif perjalanan terjauh Bogor-Jakarta dikenakan tarif Rp9.000, kini hanya Rp5.000.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur