Penumpang Sepi, MRT Jakarta Bangun Coworking Space di Stasiun

William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta - pontas.id
William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta - pontas.id

JAKARTA – PT MRT Jakarta berencana untuk membuka coworking space alias ruang kerja bersama di sejumlah untuk disewakan. Rencana tersebut muncul setelah MRT terus menurun selama masa pandemi COVID-19 dan ada perubahan pola kerja setelah ada wabah penyakit menular tersebut.

Dilansir dari CNBC Indonesia, adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta membuat rata-rata penumpang harian selama September 2020 mentok di angka 13.101 orang. Padahal, pada Februari 2020, MRT Jakarta mengangkut hingga 2,5 juta penumpang dalam sebulan, dengan rata-rata penumpang 88.444 orang per hari. Capaian di bulan September tidak lebih baik ketimbang Agustus 2020 yang sempat mencapai 16.927 penumpang per hari.

“Pemberlakuan kembali PSBB jilid dua membuat ridership turun menjadi 13 ribu penumpang. Kami berharap PSBB ini bisa efektif menekan kasus COVID-19, sehingga kalau di-relaksasi lagi, penumpang tetap berjalan,” tutur Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar. “Good news-nya, semua stasiun beroperasi. Kemudian, jarak tunggu cuma 10 menit, masih dalam jangkauan penumpang.”

Akibat dari berkurangnya jumlah penumpang tersebut, William melanjutkan, pihaknya melihat ada ruang-ruang di stasiun daerah MRT yang sebenarnya bisa mereka manfaatkan. Nah, salah satu langkah yang bakal dijajaki PT MRT Jakarta adalah membangun ruang kerja bersama alias coworking space. “Pembangunan coworking space di stasiun MRT Jakarta merupakan antisipasi jika ke depan -perusahaan di ibukota tak lagi membutuhkan kantor yang besar atau kantor permanen,” katanya.

PT MRT Jakarta bakal menyulap area kosong di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagai lokasi pertama coworking space. Menurut dia, ada tiga kelebihan coworking space di stasiun MRT, yakni protokol yang baik, dilengkapi dengan pendukung untuk mengadakan konferensi video, serta lokasi yang strategis.

Selain membangun coworking space, PT MRT Jakarta juga berinovasi mengembangkan bisnis periklanan. Salah satu perusahaan BUMD tersebut akan menyediakan pemasangan iklan di pilar konstruksi kereta. “Kami mulai mendorong pemasangan iklan di luar ruangan dan targetnya sekarang adalah pilar-pilar MRT Jakarta,” tutup William.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*