MRT Jakarta Masih Butuh Pegawai Baru, Ini Kriteria yang Dicari

Agung Wicaksono, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta - www.jakartamrt.co.id
Agung Wicaksono, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta - www.jakartamrt.co.id

Jakarta umum Mass Rapid Transit () Jakarta Fase I dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) memang ditargetkan baru beroperasi akhir Maret 2019 mendatang. Akan tetapi PT MRT Jakarta telah melakukan perekrutan tenaga kerja sejak tahun 2017 lalu. Hingga kini sudah ada 405 karyawan yang dimiliki PT MRT Jakarta, namun rupanya perseroan masih membutuhkan 235 pegawai lagi untuk bagian pengoperasian dan pemeliharaan.

“Kita butuh total 640 orang, dan saat ini kita sudah punya 405 orang. Jadi masih butuh kurang lebih 235 orang lagi,” kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono di Jakarta, Kamis (26/7), seperti dilansir Liputan 6.

Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa karyawan baru yang dibutuhkan saat ini lebih banyak untuk bagian operasional dan pemeliharaan aset MRT seperti , kelistrikan, dan persinyalan. “Di sini bisa dilihat paling banyak di bagian operasi dan pemeliharaan. 145 orang di operasional dan 23 orang di maintenance,” bebernya.

PT MRT Jakarta juga membutuhkan kepala yang mempunyai tugas tambahan sebagai ‘avengers’, yakni melayani berbagai pertanyaan atau keluhan dari para . Calon kepala stasiun tersebut diwajibkan berasal dari lulusan sekolah pariwisata atau setidaknya memiliki pengalaman di industri hotel dan ritel.

Karyawan yang dibutuhkan adalah mereka yang fleksibel dan memiliki kemauan kuat dalam memberikan terhadap para pengguna jasa. “MRT Jakarta butuh Avengers. Super power yang punya kekuatan berbeda-beda untuk melayani. Jadi butuh latar belakang untuk yang punya jiwa pelayanan. Yang datang ke kita itu biasanya berasal dari industri hotel, supermarket, retail, atau mereka yang latar belakangnya melayani. Kita butuh lebih banyak avengers-avengers ini. Tiap hari saya interview 10-11 orang,” ungkapnya.

Kemudian MRT Jakarta juga membutuhkan masinis kereta. “Itu kita kombinasikan dengan anak-anak muda, ada dua sekolah di Indonesia ini ada Akademi Perkeretaapian dan STTD di Bekasi. Mereka punya dasar-dasar ,” paparnya.

Agung juga mencontohkan jika perusahaan mempunyai 1 petugas Operation Control Center (OCC) yang sudah menjadi masinis di KAI selama 30 tahun. “Kalau di Jepang posisi OCC itu harus yang sudah berpengalaman. Tapi kita kombinasikan pengalaman senior dengan anak-anak muda dari STT Kereta Api tapi belum punya pengalaman. Seperti kombinasi Kungfu Panda, dari para tenaga muda dan yang pengalaman ini,” tutupnya.