Mulai Tahun Depan KAI Bakal Buka Rute Kereta Sleeper Jakarta-Malang & Jakarta-Bandung

Raden Agus Dwinanto Budiadji, Vice President Passenger Marketing KAI - foto.bisnis.com
Raden Agus Dwinanto Budiadji, Vice President Passenger Marketing KAI - foto.bisnis.com

(KAI) akan membuka baru yang dilayani dengan kereta berfasilitas tempat tidur alias sleeper class mulai tahun depan. atau jurusan KA sleeper yang akan dibuka adalah selatan Jakarta – Yogyakarta/Solo – Malang dan Jakarta – Bandung.

Menurut Vice President Passenger Marketing KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji, KA sleeper relasi Jakarta – Yogyakarta/Solo – Malang telah diuji coba secara terbatas sejak bulan September sampai akhir Oktober 2018. Selama uji coba, KA sleeper hanya beroperasi pada akhir pekan. “Dalam uji coba Jakarta – Malang ini tingkat okupansinya bagus sekali, di atas 100 persen,” ungkap Agus di Jakarta, Selasa (30/10), seperti dilansir CNNIndonesia.

Dengan adanya sleeper ini, pihak KAI rupanya ingin menggaet segmen menengah ke atas yang kurang menyukai perjalanan dengan moda udara. Adapun relasi Jakarta-Malang dipatok Rp 1,45 juta, 3 kali lipat lebih mahal dari tiket reguler yang dibanderol Rp 500 ribu saja per orang. Sedangkan relasi Jakarta-Jogja tiketnya sebesar Rp 1,25 juta per orang.

Rute KA sleeper Jakarta-Yogyakarta-Malang dijadwalkan beroperasi secara reguler usai KAI menerima 6 unit kereta sleeper tambahan dari PT INKA. Sebanyak 6 unit KA sleeper terbaru ini akan mulai masuk pada Januari 2019 dengan kapasitas sejumlah 26 kursi. Kemudian uji coba KA sleeper class relasi Jakarta-Bandung baru akan dilaksanakan tahun depan usai unit kereta tambahan tiba. Harga tiket KA sleeper Jakarta-Bandung akan dibanderol sekitar Rp 250 ribu, terpaut hampir sama dengan tiket kelas prioritas.

“Okupansi sleeper untuk sekarang sekitar 60 persen. Memang di kelas ini kita berikan penawaran luxury jadi memang butuh terus ,” sambung Agus. Ia menambahkan bahwa pengguna kereta super mewah tersebut memang hanya kalangan tertentu. Pasalnya harga yang ditawarkan dinilai sebanding dengan fasilitas yang diberikan. “Kita saat ini terus promosikan dan hanya saja dalam KAI Expo 2018 kita tidak masukkan dulu dalam program promo, ini supaya kita bisa jaga luxury-nya,” jelasnya.