Naik Kendaraan Umum Dilarang Merokok

– Bagi perokok di Jakarta harap berhati – hati saat anda merokok di . Jika tidak anda akan terkena denda. Bukan hanya perokok yang akan terkena denda tetapi juga operator kendaraan umum yang ditumpangi oleh perokok.

Pada bulan Maret 2013 Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah mengeluarkan hasil survei terkait dengan larangan merokok di kendaraan umum. Sebanyak 535 kendaraan umum yang dijadikan sampel di wilayah Jakarta masih sekitar 32% diantaranya masih belum menjadi area bebas .

Hari ini, Jum’at, 05 Juli 2013 di Hotel Harris, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan dilaksanakan diskusi mengenai hal ini. Kepala Seksi Angkutan Orang dan Trayek Dishub DKI Jakarta Baihaqi mengatakan bahwa sosialisai tentang larangan merokok harus dilakukan lagi. Sosialisasi yang dilakukan bisa berupa penempelan stiker larangan merokok disertai dengan nomor pengaduan yang dapat dihubungi.

“Paling dekat Sabtu besok atau lusa kita akan koordinasi dengan petugas, untuk kemungkinan adanya sidak dan penempelan. Kita juga akan mengundang rekan media untuk membantu sosialisasi ini,”ujar Baihaqi.

Di dalam acara diskusi ini dihadiri juga perwakilan beberapa perusahaan angkutan umum, antara alain Blue Bird, Transjakarta, Kopaja, Metro Mini, Mayasari Bhakti sampat PT Commuter Jakarta ().

Pelanggaran terhadap larangan merokok ini dibagi menjadi dua yaitu operator dan pelanggar. Untuk operator hukumannya akan terkena tilang dengan denda sesuai dengan peraturan sedangkan untuk akan diserahkan kepada Satpol PP.

Bagi melihat orang – orang yang melanggar aturan ini bisa mengadukannya melalui sms center 085774552731, twitter @no_rokok atau melalui website www.pedulijakarta.com. Format pengaduannya adalah catat pelat nomor, jurusan dan jenis kendaraan jangan lupa pula sertakan pelaku pelanggaran. Apakah awak angkutan ataupun penumpang.

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.