Selama Masa PSBB, Naik KRL Jabodetabek Wajib Bawa Surat Tugas

Suasana di KRL Jabodetabek - okezone.com

Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar () sudah diberlakukan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, namun operasional KRL () masih berjalan. Untuk mengurangi risiko penyebaran , lima kepala daerah di Bogor, Depok, dan Bekasi sepakat bahwa setiap yang akan naik KRL diwajibkan menunjukkan surat tugas.

“Misalnya, pengguna moda KRL, harus dapat menunjukkan surat tugas. Hanya orang yang bekerja di delapan sektor yang dikecualikan yang boleh. Kalau tidak ada surat atau di luar delapan sektor itu, bisa diberikan sanksi,” papar Wali Kota Bogor, Bima Arya, dilansir Antara. “Kesepakatan itu merupakan hasil rapat koordinasi virtual yang turut diikuti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta para kepala daerah se-.”

Bima melanjutkan, banyak warga di Bogor, Depok, dan Bekasi yang bekerja di Jakarta sehingga pergerakan masyarakat ke Jakarta dan sebaliknya cukup tinggi. Padahal, pada penerapan PSBB, hanya pegawai pada delapan sektor yang dikecualikan yang mendapat toleransi untuk tetap bekerja, antara lain sektor kesehatan, pangan, logistik, keuangan dan perbankan, energi, dan komunikasi.

“Sayangnya, selama penerapan PSBB, masih banyak masyarakat di luar delapan sektor yang dikecualikan tetap melakukan aktivitas di luar rumah. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta akan membuat regulasi terkait pengetatan selama PSBB,” tambah Bima. “Kemudian, wali kota dan bupati di Bogor, Depok, dan Bekasi, akan membuat juga regulasi yang mengatur lebih ketat pergerakan orang keluar masuk daerah.”

Sebelumnya, Ridwan Kamil menilai bahwa KRL, yang merupakan tempat berkerumunnya warga itu, identik dengan sifat virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 yang menyebar melalui kerumunan orang. Ia salah satunya mengkhawatirkan OTG (orang tanpa gejala) yang tidak ketahuan padahal membawa virus. “Sekarang mengemuka lagi (penghentian KRL), saya sangat mendukung,” kata Kang Emil, sapaan karibnya.

PT Kereta Commuter Indonesia () selaku operator sebenarnya sudah memperketat aturan calon penumpang naik KRL. Mulai Senin, 4 Mei 2020, kereta akan menunda keberangkatan sebelum penumpang KRL turut bekerja sama menerapkan physical distancing. Selain itu, sebagaimana yang dilakukan pada -stasiun keberangkatan di pagi hari, pintu juga ditutup tepat pada pukul 18.00 WIB sesuai aturan PSBB untuk mencegah kepadatan pada kereta terakhir.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*