Naik LRT Palembang Gratis Selama Asian Games 2018

Selama Asian Games 2018 mulai tanggal 19 Agustus hingga 2 September LRT Palembang tidak akan dipungut biaya alias gratis - kumparan.com

Sempat ditutup untuk menyambut kedatangan peserta 2018, kereta light rail transit () Palembang resmi beroperasi kembali sejak Minggu (19/8) kemarin. Kabar bagusnya, selama perhelatan pesta olahraga se-Asia, warga yang hendak naik ini tidak dipungut biaya alias .

“Untuk tanggal 19 Agustus hingga 2 September mendatang, pengoperasian LRT Palembang tetap mengutamakan penyelenggaraan Asian Games 2018,” tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Palembang, Suranto, dilansir Tribun News. “Untuk umum, bisa menggunakan LRT dengan kapasitas yang tersedia atau terbatas dan tidak akan dikenakan alias gratis.”

Sebelumnya, Suranto menambahkan, LRT memang sempat tertutup untuk umum karena angkutan transportasi massal itu difokuskan untuk penjemputan atlet dan official Asian Games 2018. Sekarang, LRT Palembang sudah dibuka kembali untuk umum. “Kemarin itu kami prioritaskan untuk atlet, official, panitia, dan media peliput selama pembukaan,” sambung Suranto.

Sementara itu, Humas () Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti, menuturkan bahwa meskipun gratis, namun ada kuota yang telah ditentukan untuk masyarakat ketika menaiki kereta LRT. Pasalnya, empat rangkaian kereta yang digunakan masih dikhususkan untuk para atlet serta official Asian Games 2018.

Pembatasan kuota tersebut yaitu dari Stasiun Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang ke Stasiun DJKA. Stasiun Bandara sebanyak 100 penumpang, Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 100 penumpang, Stasiun Cinde sebanyak 60 penumpang, dan Stasiun Ampera sebanyak 70 penumpang.

Selanjutnya, pembatasan penumpang relasi keberangkatan dari Stasiun DJKA menuju Stasiun Bandara adalah Stasiun DJKA sebanyak 80 penumpang, Stasiun Jakabaring sebanyak 80 penumpang, Stasiun Ampera sebanyak 50 penumpang, Stasiun Cinde sebanyak 50 penumpang, dan Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 70 penumpang.

Harmoko, salah satu penumpang, menyarankan agar pihak PT KAI menambahkan yang digunakan untuk publik. Sebab, dia mengaku bila gerbong yang digunakan oleh masyarakat umum telah melebihi kapasitas. “Perlu ditambah lagi gerbongnya, karena tadi mepet banget penuh, desak-desakkan,” ujarnya.