Nurani Tewas Tertabrak Commuter Line karena Sang Suami Nekat

Nurani tewas tertabrak Commuter Line
Nurani
sumber : Tribunnews

JAKARTA – Nurani (55) tewas setelah ditabrak Commuter Line di pintu perlintasan kereta Pondokjati, Kayumanis pada Rabu, 27 November 2013 pukul 15.30 WIB.

Peristiwa ini bermula saat korban Nurani yang berprofesi sebagai seorang guru di SMP Muhammadiyah 18 Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur berboncengan dengan sang suami Dharma Mansur (53) menaiki sepeda motor Revo bernopol B 6360 UNP.

Saat sudah berada di perlintasan pintu kereta, Dharma sang suami tetap memacu sepeda motornya menerobos palang pintu kereta. Padahal disaat yang sama sang penjaga palang pintu perlintasan telah menutup pintu karena KA 934 Comutter Line dari arah Bogor menuju Jatinegara.

Fatoni (34), sang petugas KA KA Pondok Jati mengungkapkan bahwa Nurani tertabrak pada bagian belakang. Kedua korban dan sepeda motor yang dinaiki terpental hingga 5 meter.

Tubuh Nuraini membentur sebuah gardu yang terbuat dari beton. Kepala bagian belakang Nurani pecah karena terkena benturan keras. Sedangkan sang suami yang membonceng hanya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Nurani dengan sang suami tercatat sebagai warga Jl Lagoa, Gang ICI 9 RT 03/02 Koja, Jakarta Utara.

“Yang tertabrak bagian belakangnya saja, jadi yang terpental jauh isterinya yang membonceng,” ujar Fatoni.

Fatoni menjelaskan bahwa Nurani tewas ditempat. Keduanya lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.