Nyaman & Dilengkapi Fasilitas AC, Harga Tiket Kereta Api Matarmaja Tetap Rp 109 Ribu

Nyaman & Dilengkapi Fasilitas AC, Harga Tiket Kereta Api Matarmaja Tetap Rp 109 Ribu

Surabaya – Sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana untuk menaikkan sejumlah kereta api jarak jauh dan menengah bersubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No.42 tahun 2017. Awalnya tarif KA ekonomi yang baru akan diterapkan mulai 1 Januari 2018 mendatang, termasuk untuk KA Matarmaja. Namun rupanya KAI batal menaikkan tarif sejumlah KA ekonomi jarak jauh dan menengah bersubsidi.

“Tarif sesuai dengan PM 42 tahun 2017 telah dibatalkan,” ujar Manager Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko, seperti dilansir Malang Today. Lebih lanjut Gatut menjelaskan bahwa KAI tetap menjual PSO dengan tarif sesuai Permenhub RI No. 35 Tahun 2016 tentang Tarif orang dengan Kereta Api Kelas Ekonomi untuk melaksanakan kewajiban pelayanan publik (PSO).

Gatut juga mengungkapkan jika kereta-kerta PSO untuk keberangkatan mulai 1 Januari 2018 bisa dilakukan sejak tanggal 2 November 2017 (H-60) di seluruh channel pemesanan resmi tiket KAI. tiket KA Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen Pergi Pulang (PP) yang tadinya akan dinaikkan menjadi Rp 125.000 akhirnya dikembalikan ke tarif awal, yaitu Rp 109.000 per orang.

Sebagai informasi, KA Matarmaja adalah kereta api kelas Ekonomi AC yang melayani relasi Malang Kotabaru-Pasar Senen. Kereta api yang telah beroperasi sejak tahun 1983 silam ini melalui sejumlah kota, yaitu Malang, Blitar, Madiun, hingga . Selama beroperasi, KA Matarmaja sempat mengalami perubahan dari yang awalnya melewati rute Selatan (Purwokerto dan Yogyakarta), akhirnya berobah melalui jalur utara (Pekalongan hingga Semarang) lalu berbelok ke arah Solo, baru ke Malang.

Di sepanjang perjalanannya, kereta api Matarmaja akan berhenti di sejumlah stasiun seperti Stasiun Malang, Stasiun Malang Kotalama, Stasiun Kepanjen, Stasiun Sumberpucung, Stasiun Kesamben, Stasiun Wlingi, Stasiun Blitar, Stasiun Ngunut, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Kertosono, Stasiun Nganjuk, Stasiun Madiun, Stasiun Paron, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Tegal, Stasiun Babakan, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jatibarang, Stasiun Pegadenbaru, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Pasar Senen.

KA Matarmaja terdiri dari 1 lokomotif, 8 rangkaian kereta api ekonomi AC, 1 kereta makan pembangkit (KMP3), dan 1 gerbong bagasi. Kereta satu ini dilengkapi 106 tempat duduk yang menggunakan konfigurasi seat alias kursi 3-2 dengan posisi saling berhadapan. Meskipun kelasnya Ekonomi AC, KA Matarmaja memiliki kondisi interior yang cukup baik dan juga dilengkapi fasilitas kereta makan apabila tak menggunakan kereta makan pembangkit.

Jenis kaca yang digunakan pada KA Matarmaja adalah kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas. Sayangnya kereta api Matarmaja tidak memiliki fasilitas hiburan layaknya pada kereta-kereta kelas eksekutif, namun KA Matarmaja sudah didukung dengan fasilitas toilet yang cukup bersih, penyejuk udara (AC), peredam suara, hingga alat pemadam api ringan.