Okupansi Penumpang Kereta Api di Cianjur Meningkat Jelang Lebaran

Kuswandoyo, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung - jabar.tribunnews.com
Kuswandoyo, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung - jabar.tribunnews.com

Cianjur – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, okupansi atau tingkat keterisian penumpang (KA) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami peningkatan yang signifikan. Selama beberapa hari terakhir, penumpang KA Siliwangi mencapai 5.512 orang.

“Jumlah penumpang KA Siliwangi terus melonjak, terpantau dalam tiga hari terakhir ini jumlahnya mencapai 5.512 orang. Setiap harinya kita menyediakan 2.671 tiket atau 70 persen dari kapasitas yang ada sesuai aturan ,” jelas Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswandoyo, Selasa (26/4), seperti dilansir dari Pikiran-rakyat.

Lantaran termasuk salah satu KA relasi lokal, maka persyaratan bagi calon penumpang kereta api tersebut cukup dengan satu kali . “Karena ini KA dengan relasi lokal. Maka, syaratnya setiap calon penumpang cukup satu kali vaksinasi COVID-19 dan tidak perlu membawa atau memperlihatkan bukti apapun,” beber Kuswandoyo.

Lebih lanjut Kuswandoyo menjelaskan, KA Siliwangi dengan relasi Sukabumi-Cianjur-Cipatat (Kabupaten Bandung Barat) merupakan salah satu angkutan umum yang paling dominan di Kabupaten Cianjur. “KA Siliwangi ini memiliki tujuh gerbong. Untuk tiketnya pun sangat murah berkisar Rp2.000 – Rp3.000. Sehingga, menjadi moda pilihan utama warga,” tuturnya.

Walau demikian, Kuswandoyo menegaskan bahwa pihaknya tak menargetkan okupansi tertentu untuk momen tahun 2022 ini. lebih memprioritaskan penerapan dan ketaatan penumpang terhadap protokol kesehatan (prokes). “Kami tentunya tidak berharap pasca-angkutan lebaran, kasus Covid-19 malah melonjak. Jadi, kita fokus ke pengguna KA ini bisa menerapkan prokes dengan baik,” ungkap Kuswandoyo.

KA Siliwangi didominasi penumpang dari Cianjur menuju Kabupaten Bandung Barat (Cipatat), termasuk pada momen mudik lebaran tahun 2022. “Kita prediksi lonjakan okupansi sampai H+2 lebaran. Kita ada penambahan personel dan mendirikan pos kesehatan di beberapa stasiun,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*