Optimalisasi KA Batara Kresna, Jadwal Keberangkatan Kembali Diubah Seperti Semula

Eko Budiyanto, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta - www.solotrust.com
Eko Budiyanto, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta - www.solotrust.com

– Tingginya minat masyarakat untuk menggunakan KA Batara Kresna Solo-Wonogiri rupanya membuat PT Api Indonesia (KAI) tergerak melakukan optimalisasi terhadap operasional KA Batara Kresna. Jadwal perintis Railbus Batara Kresna yang melayani jurusan Solo-Wonogiri akhirnya dikembalikan jadi pukul 06.00 WIB dan pukul 10.00 WIB dari Purwosari.

Berdasarkan data Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, selama periode Januari sampai Juli 2018, tingkat okupansi KA Batara Kresna mencapai 53.377 . Menurut Manajer Humas Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, perubahan jadwal operasional KA Batara Kresna rupanya mempengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan kereta perintis tersebut.

Jadwal operasional KA Batara Kresna saat ini sebenarnya merupakan jadwal awal ketika railbus pertama kali diluncurkan. Kemudian jadwal KA Batara Kresna sempat diubah jadi jam 04.00 WIB dan pukul 06.00 WIB dari Stasiun Purwosari ke Wonogiri.

“Volume penumpang KA perintis Batara Kresna periode Januari hingga Juli 2018 mencapai 53.377 penumpang. Sedangkan rata-rata penumpang mencapai 254 penumpang per hari. Penumpang ini didominasi rombongan siswa yang melakukan perjalanan edukasi maupun wisata karena tiketnya sangat terjangkau, yakni Rp 4.000,” jelas Eko di Stasiun Purwosari, Selasa (28/8), seperti dilansir Solopos.

Lebih lanjut Eko memaparkan jika jadwal operasi KA Batara Kresna terakhir kali diganti pada September 2017. Namun setelah jadwalnya dikembalikan seperti semula, jumlah penumpang justru melonjak. KA Batara Kresna sendiri termasuk moda transportasi kereta yang cukup unik karena menjadi satu-satunya kereta yang melalui Slamet Riyadi dan tepat membelah Kota Solo.

ini unik karena satu-satunya kereta melintasi di jalan protokol Solo. Tapi tak diimbangi kesadaran masyarakat yang tinggal di sekitar kereta,” beber Eko. Pihak PT KAI menyayangkan minimnya kesadaran masyarakat akan keselamatan perjalanan KA Batara Kresna. Hal tersebut terlihat dari banyaknya hunian yang ada di dekat kereta dan banyak masyarakat yang menjemur di KA Batara Kresna.

“Selama ini kami cukup berterima kasih terhadap pemerintah kota Solo dan warganya, karena sudah mengkondisikan kendaraan yang kerap parkir di tengah jalur kereta. Kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melewati Jl. Slamet Riyadi dan pelintasan sebidang lainnya pada saat railbus melintas, tidak melakukan aktivitas di pinggir rel, tidak mendirikan bangunan di sepanjang lintasan atau rel, serta tidak menggunakan lori di rel,” tandas Eko.