Pangkas Dwelling Time, KA Tanjung Priok Mulai Beroperasi Akhir Maret

Jakarta – Demi memangkasmasa bongkarmuat barang di (Dwelling Time), melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan akan segera mengoperasikan pelabuhan .

Disampaikan oleh Agung Kuswandono, Deputi Bidang SDA dan Jasa Kemenko Maritim yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Dwelling Time, kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok kini telah masuk tahap finalisasi dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2016.

“Pembangunan jalur kereta api itu sudah selesai sekitar 95 persen. Dalam waktu dekat, KA sudah bisa beroperasi normal,” ujarnya ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta. 

Pengoperasian KA pelabuhan ini akan segera dikoordinasikan oleh beberapa pihak, diantaranya (KAI), PT Jakarta International Container Terminal (JICT), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Agung mengatakan, pengoperasian jalur kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok dapat memangkas waktu bongkar muat yang semula 3,6 hari menjadi 2 hari saja, sesuai dengan target Presiden Joko Widodo.

“Sebetulnya, kalau kereta api sudah jalan, ya bisa dikejar sesuai target Presiden. Kami usahakan Maret ini bisa beroperasi dan ada perubahan besar, pasti akan lebih efektif dan efisien,” tegas Agung. 

Meski begitu, Agung menambahkan jika masih ada masalah lain terkait yang perlu dibereskan, yakni terkait tempat penimbunan sementara (TPS). Ia menjelaskan bahwa selama ini ada beberapa TPS yang hanya menerima langganan, menyebabkan terjadinya penumpukan antrean di TPS yang padat barang dan menimbulkan over cost.

“Jadi, sekarang sistemnya adalah first come first serve, ini akan diatur oleh Pelindo II. Selama ini, penumpukan karena terkotak-kotak dengan TPS-TPS langganan tadi. Kadang bisa sampai 7-8 hari nunggu, sehingga tinggi cost-nya,” ungkap Agung.