Pasca Gempa Aceh, PT KAI Bakal Reaktivasi Rel yang Sudah Mati

Yogyakarta – Bencana alam gempa di Aceh beberapa waktu lalu telah merusak beberapa bangunan yang ada di sana. Gempa dengan kekuatan 6,5 SR tersebut juga mengakibatkan 102 orang tewas dan ratusan korban lainnya terluka.

(KAI) sendiri sudah memantau perlintasan kereta api di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) masih dalam kondisi aman setelah dilanda gempa di , Rabu (7/12) lalu sekitar jam 05.03 WIB.

“Sudah dicek tidak ada masalah, untungnya sebagian besar trek di Aceh memang sudah mati atau tidak dipergunakan,” kata Direktur Utama (Dirut) , Edi Sukmoro.

Walaupun ada sejumlah jalur kereta yang masih dioperasikan, tetapi Edi memastikan bila jalur itu tidak terpengaruh oleh gempa. Di kawasan Aceh, kepemilikan PT KAI hanya seputar -aset saja, termasuk kereta api zaman penjajahan Belanda dulu.

“Hanya penjagaan aset saja, dan juga tidak ada yang rusak (aset). Untuk jalur di sana memang tengah dalam tahap perencanaan untuk direaktivasi lagi,” kata Edi Sukmoro. Lebih lanjut, Edi mengharapkan semua aset KAI di Aceh masih dalam kondisi baik supaya rel yang masih hidup dapat tetap dan jalur yang sudah mati dapat diaktifkan kembali.

Beberapa waktu lalu, berdasar data dari , melanda NAD, tepatnya di Pidie Jaya tanggal (7/12) pukul 05.03 berpusat di darat, koordinat 5,19 LU dan 96,38 BT, dengan magnitudo 6,4 SR pada kedalaman 10 km, berjarak 35,8 km dari barat Kota Bireun dan 51,1 km dari tenggara Kota Sigli.