Pekerja BART di San Francisco Mogok Kerja, Operasi Komuter Terhenti

SAN FRANCISCO – BART

kemancetan yang terjadi akibat pemogokan pekerja BART
kemancetan yang terjadi akibat pemogokan pekerja BART di San Francisco

Pada Jum’at, 18 Agustus 2013 para pekerja di Bay Area, San Franciso kerja. Pekerja Bay Area Rapid Transit karena adanya kegagalan pembicaran tentang kontrak baru soal gaji dan aturan kerja. Pekerja BART yang ini membuat kekacauan yang tidak dapat dihindari karena kereta komuter tidak berjalan.

Mogoknya pekerja BART membuat penghentian kereta komuter yang biasanya mengakut 400ribu orang setiap harinya. Kereta komuter tersebut melayani rute Oakland, San Francisco ke kota-kota kecil disekitarnya.

“Saya marah sekali. Ini kerumitan besar. Berkat BART,” ujar Jurgen Ware, salah seorang warga di pinggiran Dublin. Dia sampai harus menyewa kendaraan pribadi untuk pergi bekerja ke San Franciso.

Pekerja BART ini telah mogok dua kali sepanjang 2013. Kali ini adalah pemogokan yang kedua kalinya. Sebelumnya pemogokan terjadi pada 4 Juli 2013. Saat itu pemogokan yang terjadi penyebabkan sebagian orang kehilangan pekerjaannya dan ada yang perlu menembus kemancetan selama tiga jam.

Telah berbulan-bulan yang lalu terjadi perselihan antara pegawai dan managemen BART. Lebih dari 2ribu masinis dan pekeja lain dalam perusahaan tersebut menuntuk kenaikan gaji, dana pensiun dan tunjangan perawatan .

Akibat pemogokan ini para komuter harus beralih menggunakan kendaraan lain untuk perjlanan mereka. Sebagian memilih menggunakan sepeda, sebagian lainnya menumpang feri atau angkutan lain yang tersedia.

BART di Walnut Creek, sekitar 20 km di timur San Francisco tedapat 12 bus carteran yang telah penuh sebelum fajar.

“Dengan sebagian calon penumpang kehabisan ,” kata juru bicara BART Luna Salaver.

Sebagian warga mendukung aksi mogok ini namun sebagian lainnya hanya menuding para pekerja telah menjadi serakah.

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.