Pembangunan Jalur Rel Ganda Masih Hadapi Banyak Persoalan

sudah mencapai 90 persen. 10 persen sisanya masih terhambat permasalahan pembebasan lahan yang belum tuntas.

Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan, mengatakan pihaknya masih berupaya menyelesaikan pembangunan Cirebon-Surabaya sepanjang 436 kilometer yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2013 ini.

”Kami optimistis jalur rel ganda ini bisa rampung akhir tahun ini agar pada tahun depan bisa meningkatkan kapasitas angkut dan barang,” ujar Bambang kepada kompascom, Selasa (3/9/2013), saat meninjau pembangunan jalur ganda.
Hingga bulan Agustus 2013, pihaknya telah membebaskan 679.027 meter persegi atau 58,05 persen. Sedangkan total luas lahan yang harus dibebaskan mencapai 1.169.701 meter persegi.

Menurut Bambang, waktu 1,5 bulan yang tersisa merupakan masa kritis untuk menyelesaikan pembebasan lahan agar pembangunan selesai akhir tahun ini sesuai target. Terlebih lagi, pembangunan konstruksi jalan rel memakan waktu 1-2 tahun.

Salah satu titik sepanjang 400 meter yang sedang dalam proses pembebasan ada di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Pembebasan masih terhambat 29 keluarga yang belum bersedia pindah karena belum bersepakat terkait ganti rugi.

Menurut Idza Priyanti, Bupati Brebes, masalah ganti rugi di Losarai Kidul akan diputuskan di pengadilan. ”Kami mencari solusi yang terbaik. Namun, keputusan ada di pengadilan,” ujarnya seusai menemui rombongan Wakil Menteri Perhubungan di Brebes.

Dandung Iskandar, Tim Pembebasan tanah di ruas Pekalongan-Semarang, mengatakan bahwa pembebasan lahan sering memakan waktu lama karena sejumlah hal, misalnya surat hak tanah yang belum berganti nama dengan pemilik saat ini. Padahal kepemilikan tanah sudah berganti berulang kali. Selain surat kepemilikan yang tidak jelas, persoalan lain adalah pembagian hak waris tanah yang belum selesai dan menyebabkan ganti rugi tidak bisa segera dibayarkan.

Masalah lain terjadi di Kota Semarang, sejumlah warga di empat kelurahan menempati tanah milik negara. Mereka juga belum bisa dipindahkan karena menunggu kaputusan Badan Pertanahan Nasional terkait ganti rugi.

Hingga 25 Agustus lalu, masih terjadi sejumlah kendala lapangan, yakni galian badan jalan longsor atau ambles sepajang 50 meter di jalur 4 Stasiun Ujungnegoro. Patugas masih mencoba memperbaiki kerusakan tersebut,
Masalah lain adalah pemindahan utilitas pipa sepanjang 9 kilometer milik PT Petrokimia yang menbentang antara Lamongan dan Babat.

Dengan anggaran dana Rp 9,8 triliun, jalur ganda lintas utara dikerjakan tahun 2012 hingga 2013. Tujuan utama pembangunan ini yakni bisa memindahkan angkutan barang dari jalan ke rel sampai 1 juta kontainer per tahun.

Meskipun masih dalam tahap pembangunan, sejumlah ruas jalur ganda sepanjang 71 kilometer sudah bisa dilalu kereta. 34 kilometer diantaranya, sudah dioperasikan di jalur Stasiun Prujakan-Losari.

Namun, kecepatan kereta yang melalui jalur tersebut masih dibatasi untuk keamanan. Kereta inspeksi yang mengangkut rombongan wakil menteri tersebut melaju di jalur rel baru dengan kecepatan di bawah 60 kilometer per jam.

Direktur Prasarana Kementerian Perhubungan Arief Heryanto, juga menambahkan bahwa pembatasan kecepatan di jalur rel baru memang diberlakukan, yaitu maksimal 60 kilometer per jam. Sedangkan jalur lainnya hingga saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur