Pembangunan Kereta Bandara Soekarno-Hatta Telan Dana Rp1,1 Triliun

di Internasional Soekarno-Hatta ditaksir menelan dana sebesar Rp1,1 triliun. Nantinya, listrik bandara ini akan menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 dengan Manggarai serta diharapkan rampung pada Maret tahun 2017 mendatang.

“Kami sudah melakukan tender dengan semua kontraktor nasional dengan nilai investasi Rp1,1 triliun,” jelas Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. “Nantinya, pembangunan kereta bandara yang tanpa pengemudi ini akan mengadopsi teknologi dari Korea Selatan.”

Terpisah, Marketing Public Relations PT Properti Manajemen (KAPM), Riesta Junianti, menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang fokus mengerjakan instalasi listrik aliran atas (LAA) untuk kereta bandara. “Hal yang menjadi kendala adalah banyaknya fasilitas operasi bandara yang berupa kabel power, telekomunikasi, dan fasilitas untuk pengaturan operasi pesawat di lokasi pemasangan jaringan LAA tersebut,” jelasnya.

Proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta sendiri sudah mulai memasuki area bandara. kereta yang merupakan terusan dari percabangan dekat Stasiun Batu Ceper tersebut sudah nampak terpasang hingga area pengendapan bus dan kantor manajemen Garuda Indonesia di dalam area bandara.

Rel kereta tersebut membentang dari arah bekas pintu M1 yang sudah lama ditutup menuju proyek pembangunan stasiun kereta bandara. Dengan sudah terpasangnya rel kereta, maka tidak ada lagi putaran balik di tempat pengendapan bus dan kantor Garuda Indonesia. Sebagai gantinya, PT Angkasa Pura II membangun memutar bagi pengendara yang ingin menyeberang.