Pembaruan E-Ticketing, KRL Gunakan Tiket Kertas

Pemberlakuan tiket kertas selama proses pembaharuan tiket elektronik - sketsanews.com

Pembaruan e-ticketing kereta rel listrik () membuat PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terpaksa memberlakukan kertas untuk para pengguna jasa. Akibatnya, penumpukan terjadi di sejumlah akibat antrean panjang karena proses transaksi yang memakan waktu lebih lama.

Dilansir Merdeka, di Stasiun Depok pada Senin (23/7) pagi, para penumpang terpaksa mengantre lama di pembelian karcis yang dilayani petugas secara manual. Antrean pun terjadi saat penumpang hendak melewati pintu masuk ke area peron. “Jadi, lama prosesnya. Kalau dulu tinggal tap, langsung masuk,” keluh Dede, salah satu penumpang yang akan berangkat ke kawasan Sudirman, Jakarta.

Calon penumpang lain bernama Murni mengaku dirinya harus berjibaku agar bisa masuk ke dalam stasiun. Ia mengatakan, setidaknya diperlukan waktu sekitar 15 menit bagi dirinya untuk bisa masuk ke dalam stasiun. Dirinya pun berharap agar pihak KRL segera memperbaiki sistem e-ticketing agar penumpukan penumpang tidak terjadi.

Sementara itu, VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Charinusia, menuturkan bahwa perusahaan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna KRL selama masa pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket . Permintaan maaf khususnya disampaikan kepada para setia, pemilik Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang dari bank yang tetap perlu melakukan transaksi tiket pada loket sebelum menggunakan jasa KRL selama masa pemeliharaan berlangsung.

“Kami sendiri sudah menerjunkan seluruh petugas di stasiun untuk terhadap penumpang yang membludak,” kata Eva. “Kami mengimbau agar penumpang menyiapkan uang pas untuk membeli tiket kertas guna mempercepat proses transaksi di loket. Pengguna dapat mengantre di loket maupun pada petugas di luar loket yang melayani pembelian tiket kertas ini.”