Pemerintah Bakal Bangun Jalur Loop Line untuk KRL di Jakarta

Jakarta berencana untuk membangun terpadu atau loop line yang mengitari Jakarta. loop line ini bertujuan mengurangi sebidang yang selama ini kerap menjadi pemicu kemacetan dan kecelakaan.

“Dengan loopline, diharapkan perlintasan sebidang itu tidak ada lagi. Berarti kecelakaan berkurang dan kecepatan kereta api juga bisa lebih cepat,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (22/8), seperti dilansir Tempo.

Dengan loop line, tak perlu lagi transit kereta hingga ke tujuan. Sistem ini akan diberlakukan untuk jalur KRL mulai dari Kebayoran Lama, Tanah Abang, kota, Kemayoran, hingga berputar lagi ke arah Selatan.

Loop line juga diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. “Kalau sekarang hanya mengangkut 1 juta penumpang, mungkin bisa meningkat menjadi 1,6 atau 1,7 juta penumpang untuk kawasan sekitar Jakarta,” kata Budi.

Pembangunan loop line tersebut kelak akan dikerjakan lewat kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Budi mengharapkan tahapan studinya segera rampung dan bisa segera dikerjakan akhir tahun 2018 mendatang. Nilai investasi program pembangunan loop line tersebut sekitar Rp 7-8 triliun.

“Karena ini kereta massal di perkotaan, nanti akan ada PSO (Public Service Obligation). PSO-nya akan seperti MRT yang dikerjakan bersama, sharing,” ujar Budi.

Berdasarkan data dari Kemenhub, setidaknya terdapat 900 perlintasan sebidang yang membentang di sepanjang jalur kereta api Jakarta hingga Surabaya. Jika ditambahkan dengan perlintasan sebidang yang tak resmi, maka jumlahnya pun bisa mencapai sekitar 1.000 perlintasan untuk Jakarta-Surabaya saja. “Saya belum lihat di lintasan yang lain,” papar Budi.

“Dengan tidak adanya perlintasan liar tersebut, selain memang memberi kecepatan bagi lalu lintas kereta api, juga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan,” tandas Budi Karya Sumadi