Pemerintah China Siap Danai Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Senilai Rp 647,4 M

Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung minggu ini membahas beberapa rencana di tanah air, salah satunya adalah rencana terkait megaproyek jalur Jakarta-Bandung yang akan dibiayai oleh sebagai pihak kreditor. Usai menggelar rapat kerja dengan Komisi VI di DPR pada hari Kamis lalu (23/4), , Rini Soemarno mengatakan bahwa (Persero) Tbk diminta untuk menjadi pemimpin tersebut. Perusahaan pelat merah ini kini tengah melakukan feasibility study terkait proyek pengadaan kereta cepat itu. “Targetnya, Agustus nanti kajiannya sudah bisa diserahkan ke pemerintah, jadi setidaknya tahun depan proyek ini sudah bisa dieksekusi,” kata Suradi selaku Sekretaris PT Wijaya Karya saat diwawancara oleh awak media pada hari Jumat lalu (24/4).

Ada 2 gerbong konsorsium dalam proyek ini. Dalam negeri, Wijaya Karya akan memimpin 4 perusahaan BUMN lainnya, yaitu (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara VIII, PT Industri Kereta Api Indonesia, dan Industri. Sementara untuk pihak luar negeri, China menunjuk China Railway sebagai pemimpin konsorsium. China Railway selanjutnya akan membawahi perusahaan lain yaitu “China Railway International”, “China Railway Group Limited”, “Sinohydro Corporation Limited”, “The Tird Railway Survey and Design Institute Group Corporation (TSDI)”, “China Academy of Railway Sciences”, “CSR Corporation”, dan “China Railway Signal and Commucation Corporation”.

Kebutuhan untuk mewujudkan jalur kilat ini dikatakan tidak sedikit jumlahnya.  Pemerintah China menawarkan diri untuk mendanai proyek tersebut beserta beberapa proyek lain dengan total yang akan dikucurkan sebesar USD 50 juta (Setara Rp 647,4 M). Pemerintah China akan menunjuk pihak China Development Bank (CDB) dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) sebagai sumber pendanaan.