Pemprov Jabar dan BUMD China Tandatangani MoU Monorel Bandung Raya

MoU Pemprov Jawa Barat dan BUMD China Terkait Monorel
Penandatanganan MoU Pemprov Jawa Barat dan BUMD Terkait Monorel (foto: merdeka.com)

JAWA BARAT – Penandatanganan kesepakatan (MoU) terkait rencana penyusunan induk Metropolitan Raya Provinsi (monorel) dilakukan di Gedung Negara Pakuan antara Pemrpov Jabar dan Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) China. Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat dan Zhou Cun yang merupakan Wakil Presiden China National Machinery Import and Export Coorporation.

Menurut Heryawan, penandatanganan MoU ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mempercepat pembangunan monorel di wilayah Bandung Raya.
“Langkah awal untuk ini kita buat untuk pemahaman bersama dalam pelaksanaan kerja sama sesuai peraturan perundangan-undangan,” kata Heryawan dalam sambutannya, Sabtu (20/7/2013).

Menurut Gubernur dengan sapaan Aher ini, penyediaan infrastruktur publik yang layak merupakan hal yang dirasa penting. Mengingat semakin padatnya volume kendaraan pribadi serta terbatasnya daya tampung dan penambahan kapasitas jalan.

“Ini yang menyebabkan dampak negatif seperti kemacetan lalu lintas yang saat ini menjadi fenomena sehari-hari di kawasan Bandung Raya,” katanya. Kemudian Aher bercerita tentang pengalamannya ketika berkunjung ke Beijing China pada tahun 2000 lalu. Saat itu, kata Aher lalu lintas Beijing melebihi kepadatan lalu lintas di Jakarta.

“Tapi kemudian pada tahun 2009 saya kembali ke sana, semuanya sudah berubah begitu juga tahun ini saya ke sana transportasi begitu tertata dan bebas macet,” imbuhnya. Aher berharap pembangunan monorel merupakan solusi kemacetan di Bandung.

“Kita bertekad bersama. Insya Allah Bandung bebas macet atas kerja sama ini dalam waktu dekat jalanan akan selancar Beijing. Pemenuhan monorel bisa menjadi pelopor atas terselenggaranya sistem transportasi baik di Indonesia,” tegasnya.

Aher juga mengatakan, akan dibentuk tim pendahulu yang bertugas melakukan pembuatan master plan sistem transportasi dan studi kelayakan (feasibility study/FS) monorel tersebut. Pembentukan tim pendahulu ini sebagai tahap awal pembangunan monorel. Diharapkan awal Januari FS sudah terbentuk.

“Mungkin master plan beres selama setahun,” jelas Aher. Sehingga pembangunan tiang pancang bisa segera dilakukan. “Saya ingin percepatan agar tidak lagi ditunda-tunda,” imbuhnya.

Rencananya Metropolitan Bandung Raya Provinsi Jabar (monorel) ini akan dibangun mengitari pinggiran Kota Bandung. Transportasi massal ini nantinya akan menghubungkan wilayah Bandung-Jatinangor-Kabupaten Bandung-Kabupaten Bandung Barat dan Lembang.

ingin menerapkan konsep public private partnership sebagai landasan membangun transportasi massal terintegrasi jangka panjang (termasuk mass rapid transit-MRT) dan pembangunan regional di Metropolitan Bandung Raya.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur