Pemprov Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran 2019 dengan Kereta Api

Penumpang Kereta Api - beritatrans.com
Penumpang Kereta Api - beritatrans.com

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengadakan bagi masyarakat yang ingin pulang kampung selama Lebaran tahun ini. Bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat, mudik kali ini tidak hanya menyediakan bus besar seperti tahun sebelumnya, melainkan juga kereta api.

“Kami akan menyediakan 100 unit bus dengan tujuan dan via jalu utara dan selatan,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Herry Antasari, dilansir Pikiran Rakyat. “Sementara, untuk kereta api, kami menyiapkan empat gerbong kereta api Mutiara Selatan dengan tujuan Gubeng, yang akan berangkat dari Stasiun Bandung.”

Herry menambahkan, tahun ini memang sedikit berbeda dengan tahun lalu. Pasalnya, saat ini ada dua jenis moda transportasi yang disediakan, yaitu bus besar dan kereta api. 100 unit bus yang disediakan setidaknya dapat menampung 4.400 , sedangkan empat gerbong kereta api dapat mengangkut 300 orang . “Jadi, total bisa mengangkut 4.700 ,” sambung Herry.

Dikutip dari PRFM News Channel, pendaftaran program mudik gratis ini dibuka mulai tanggal 20 Maret 2019 sampai dengan 20 Mei 2019, atau jika kuota 4.700 orang sudah terpenuhi. Calon pemudik bisa mendaftarkan diri di empat titik, yaitu di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Barat di Bandung, Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung, Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi, dan Kantor Dinas Perhubungan Sukabumi.

“Syarat yang harus dipenuhi adalah KTP, KK, dan STNK bagi calon pemudik yang akan menitipkan kendaraan roda duanya. Karena, kami juga menyediakan 4 truk yang bisa menampung sekitar 200 motor,” imbuh Herry. “Kami mengimbau calon pemudik untuk mempersiapkan perjalanannya sendiri. Sebab, Dinas Perhubungan hanya menyiapkan fasilitas keberangkatan saja.”

Untuk menjamin keamanan, dan kenyamanan penumpang, Dinas PerhubunagnJabar akan melakukan cek kendaraan sebelum keberangkatan, serta pengecekan urine bagi supir dan kondektur. Pengecekan ini akan melibatkan BNN dan sebagainya. Selain itu, penumpang nanti juga akan dicek secara random.