Pemprov Jatim Akan Aktifkan Jalur KA Pelabuhan Gresik

GRESIK – Provinsi Jawa Timur bakal mengaktifkan jalur (KA) di Kota Gresik. Ini untuk mendukung kemudahan angkutan logistik dari menuju Pelabuhan Gresik serta pusat industri. Namun rencana ini bakal menggusur ratusan rumah yang didirikan di atas jalur rel KA di sepanjang Jalan Harun Tohir, Kebungson dan Sidorukun.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi , Wahid Wahyudi. Menurut Wahid, saat ini pemprov bersama dengan PT KAI Daops VIII sedang mengventarisir jalur rel di Gresik, khususnya yang menuju Pelabuhan Gresik.

“Dengan aktifnya api yang menuju maupun dari pelabuhan maka membuat pendistribusian atau pengirimanbarangbisalancardanmeminimalkan keterlambatan,” ujar Wahid yang juga Pj Bupati Lamongan ini. Diakui, rel KA menuju Pelabuhan Gresik merupakan warisan kolonial Belanda. Saat itu, Belanda menggunakan jalur rel untuk mengangkut logistik dari Pelabuhan Gresik menuju Surabaya dan sebaliknya.

“Belanda sudah meninggalkan perencanaan transportasi dengan baik. Tapi saya tidak tahu mengapa tidak dimanfaatkan. Makanya sekarang kami reaktivasi lagi agar proses transportas berjalan lancar,” tandasnya. Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Andhy Hendro Wijaya menyatakan, siap membantu Pemprov Jatim dan PT KAI Daops VIII untuk menginventarisir rel KA di Gresik. “Kami sangat mendukung langkah tersebut, sebab, dengan hidupnya menuju pelabuhan otomatis akan meningkatkan sendi perekonomian di Kabupaten Gresik,”ujarnya.

Kendati demikian, ada permasalahan yang cukup besar dihadapi pemerintah. Sebab, pada jalur kereta api menuju pelabuhan Gresik melintasi Kecamatan Gresik dan Kebomas. Untuk wilayah Kecamatan Kebomas melintas di Desa Karang Kiring dan Indro. Sementara untuk Kecamatan Kota rel melintas di Kelurahan Sidorukun, Desa Pulopancikan, Kelurahan Bedilan, Kebungson, Kemuteran, Pekelingan, Lumpur, Kroman dan Kelurahan Tlogopojok.

“Jumlah bangunan yang menempati lahan PT KAI ada lebih dari 1.000 bangunan dan dua lembaga pendidikan. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi yang matang,” katanya. Sementara itu, Kepala Desa Pulopancikan, Sugiharto saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku, sudah mengetahui rencana tersebut sejak lama. Namun dirinya belum mendapatkan resmi dari PT KAI.

“Informasinya sudah lama kami dengar, namun resminya dari PT KAI belum kami terima. Sedangkan warga Desa Pulopancikan yang rumahnya ada di lahan milik PT KAI ada sekitar 200 KK,”ujarnya. Kendati demikian, Lurah Pekelingan, Muslik mengatakan hal berbeda.

Dia mengaku sudah mendapatkan sosialisasi mengenai hal ini dari PT KAI sejak satu tahun yang lalu. Bahkan sosialisasi tersebut dikuatkan dengan surat edaran PT KAI tanggal 30 Agustus 2014. “Kami sudah mendapatkan informasi ini sejak satu tahun yang lalu. Memang ada beberapa warga yang menentang, namun juga banyak yang pasrah dan menyadari lahan yang mereka tempati adalah milik negara,”terangnya.

Terpisah, Mat Nai, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Pulopancikan berharap sebelum melakukan pembebasan, agar pemerintah menyiapkan lahan relokasi. “Kami juga berharap mendapatkan dari proses pembebasan lahan tersebut. Sebab, jika tidak tentu warga akan menentang hal ini,”pintanya.

Data Wilayah Terdampak Rel Kereta

Rel KA Menuju Pelabuhan : Sekitar 6,4 KM

Desa Karangkiring	Sudah bebas
Desa Indro 		20 KK
Desa Sidorukun		50 KK
Desa Pulopancikan	200 KK
Kelurahan Bedilan	120 KK
Kelurahan Kebungson	100 KK
Kelurahan Pekelingan	140 KK
Kelurahan Kemuteran	100 KK
Kelurahan Kroman	250 KK
Kelurahan Lumpur	200 KK
Kelurahan Tlogopojok	30 KK

Lembaga Pendidikan :

Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Gresik

(fir/ris/radarsurabaya)

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.