Pemuda Wartawan Gadungan, Hampir Dihajar Petugas PT KAI

wartawan gadungan yang hampir dihajar petugas PT KAI
gadungan yang hampir dihajar petugas
sumber : detik.com

Seorang pemuda yang mengaku dirinya wartawan diamankan oleh Petugas Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah. Pemuda ini juga nyaris dipukuli oleh puluhan petugas PT Indonesia Daop 5 .

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 31 Oktober 2013 saat pengosongan dinas milik PT KaI Daop 5 Purwokerto yang beralamat di ujung Jalan .

Antara memberitakan bahwa pemuda tersebut mengaku wartawan itu tiba-tiba datang saat salah seorang anggota DPRD Banyumas Supangkat sedang melakukan mediasi dengan perwakilan manajemen PT KAI Daop 5 Purwokerto yang diwakili oleh Surono, Manajer Humas.

Supangkat meminta PT KAI memberi waktu kepada anak-anak almarhum Sumarto untuk mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah yang akan dikosongkan.

Alhamrhum Sumarto sendiri adalah karyawan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang telah pensiun sejak tahun 1970-an atau sebelum perusahaan berganti nama menjadi Perumka hingga PT KAI.

Saat Supangkat sedang berbicara dengan Surono, tiba-tiba pemuda datang dan meminta pengosongan rumah dinas itu dihentikan karena DPRD Banyumas sedang melakukan mediasi dengan PT KAI.

Pemuda yang mengaku wartawan tersebut terus menyela pembicaraan dari Supangkat dan Surono. Namun saat ditanya dari media mana dan kartu identitasnya pemuda tersebut tidak dapat menunjukkan dan mencoba berkelit.

Hingga akhirnya ada seorang petugas PT KAI yang mengatakan bahwa pemuda tersebut adalah penyusup.

“Penyusup, awas ada penyusup,” kata beberapa petugas PT KAI sambil bergerak mendekati pemuda itu.

Para petugas PT KAI langsung membawa pemuda tersebut ke seberang Jalan Stasiun dan hampir memukulinya.

Wartawan media cetak ataupun elektronik yang sedang meliput juga marah saat ada orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Petugas Polres Banyumas yang sedang berjaga langsung mengamankan pemuda tersebut dan membawanya ke Markas Kepolisian Sektor Purwokerto Barat.

Sementara itu proses pengosongn rumah dinas tetap dilaksanakan meski dihalang-halangi oleh penghuninya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.