Stasiun Tebet Bakal Ditata untuk Mudahkan Integrasi Antarmoda

Stasiun Tebet - (YouTube: Vixedit Channel)
Stasiun Tebet - (YouTube: Vixedit Channel)

Jakarta Tebet kabarnya akan ditata seperti Stasiun Tanah Abang. Penataan Stasiun Tebet ini dilakukan demi mengoptimalkan integrasi antarmoda untuk para yang hendak mengakses .

Menurut Camat Tebet Dyan Airlangga, penataan Stasiun Tebet dilakukan mulai tanggal 2 November – 22 Desember 2020. Penataan Stasiun Tebet sendiri termasuk bagian dari penataan stasiun KRL di Jakarta. “Nantinya yang berubah itu kemudahan para pengguna dalam perpindahan antarmoda. Orang-orang yang baru turun KRL itu mudah berpindah dari KRL ke busway, KRL ke ojek , dan KRL ke angkot,” jelas Dyan, Kamis (5/11) sore, seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Dyan menjelaskan, nantinya Stasiun Tebet bakal mempunyai plaza yang besar dan memperluas ruang gerak pengguna transportasi. Terdapat berbagai tambahan yang akan dibangun dalam proses penataan Stasiun Tebet. “Model penataannya seperti Stasiun Tanah Abang. Ada shelter ojol. Rencana juga ada kolam resapan air untuk penanggulangan genangan kalau hujan. Ada semacam lorong juga yang ada atapnya,” beber Dyan.

Dengan ditatanya Stasiun Tebet akan memudahkan pengguna transportasi supaya tidak perlu berjalan jauh jika akan berganti moda transportasi. Selain itu, penataan Stasiun Tebet pun diharapkan dapat membuat para pengguna menjadi lebih aman dan nyaman. Penataan Stasiun Tebet dilakukan oleh MRT Jakarta, PT KAI, serta tim pelaksana teknisi dari PT Jakon.

Sebelumnya, Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menata 4 stasiun, yakni Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, Stasiun Juanda, dan Stasiun Senen. Setelah keempat stasiun tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga bakal menata Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia, Stasiun Palmerah, dan Stasiun Kota.

“Jadi ini MITJ juga KAI dan MRT, biayanya diperkirakan sekitar Rp40 miliar (untuk 5 stasiun). Kalau kemarin untuk 4 stasiun ini sekitar Rp25 miliar,” papar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penataan stasiun-stasiun tersebut sempat tertunda karena adanya pandemi (Covid-19) yang melanda Indonesia.