Penerbangan Sering Terkendala Cuaca, Sudah Waktunya Bali Punya Jalur Kereta Api

Pasca meletusnya Gunung Barujari, yaitu anak Gunung Rinjani di Lombok, Bali rupanya ikut terkena imbas dari siklus alam ini. Seluruh penerbangan dari dan ke Bali terhitung sejak meletusnya Gunung Barujari pada hari Rabu, 4 November 2015 yang lalu.

Ditutupnya penerbangan dari dan ke Bali ini membuat banyak orang yang sudah merencanakan untuk bepergian ke Bali dengan udara menjadi kecewa.

Ini bukan kali pertama rute penerbangan ke Bali ditutup karena kondisi alam dan yang tidak memungkinkan. Dan, permasalahannya adalah jalur utama menuju bali yang paling efisien adalah menggunakan .

Menyikapi hal ini, Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra menilai sudah waktunya bagi Bali untuk segera merealisasikan jalur atau bebas hambatan yang menghubungkan 9 kota dan kabupaten guna mempermudah akses wisatawan yang akan bepergian.

Menurutnya, seperti yang dilansir di Tempo Bisnis, kereta api dan jalan bebas hambatan tersebut akan menjadi solusi apabila terjadi bencana letusan gunung sehingga menyebabkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara.

“Kemarin Raung, dan sekarang Gunung Barujari saja seperti itu dampaknya, belum lagi di Bali ada gunung aktif Gunung Agung. Perlu sekali diantisipasi dari sekarang,” ujarnya saat dihubungi pihak Tempo Bisnis, Jumat (6 November 2015).

Selama ini memang ada beberapa wisatawan dari Pulau Jawa yang bepergian ke Bali dengan menggunakan kereta api, yakni kereta api dari Surabaya menuju Banyuwangi, kemudian menyambung dengan kapal feri menuju Bali. Sesampainya di pelabuhan Gilimanuk, para wisatawan atau backpacker tersebut masih harus menyambung lagi dengan kendaraan, umumnya bis, untuk menuju titik pusat pariwisata Bali, yakni Denpasar dan Kuta.

Kemudahan akses infrastruktur seperti api akan membantu mempercepat wisatawan yang akan menuju pusat pariwisata Bali dan bepergian antar daerah di Pulau Bali.

Terlebih jika mengingat bahwa Bali masih memiliki gunung yang aktif, antisipasi semacam itu sudah harus dipikirkan secara serius. Pasalnya selama ini penopang utama ekonomi Pulau Bali adalah pariwisata, sehingga sangat penting untuk memikirkan keberadaan akses bagi wisatawan agar perekonomian Bali tidak terdampak akibat bencana.

Saat ini, sejatinya sudah ada rencana membangun jalur bebas hambatan yang menghubungkan Bali Selatan dengan Barat dan Utara, serta jalur kereta api. Namun, baru jalur bebas hambatan yang menemukan titik terang, setelah PT Waskita Karya menyatakan minatnya untuk berinvestasi.

Sementara sampai saat ini Bali belum memiliki rencana induk perkeretaapian, kendati wacana pembangunannya sudah mengemuka sejak dua tahun lalu.

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.