Pengguna KRL Meningkat, PT KAI Tambah Fasilitas dan Layanan

– Berlakunya tarif progresif sejak 1 Juli lalu berhasil menambah jumlah pengguna jasa commuter line. Ini mendorong untuk terus meningkatkan dan menambah jumlah fasilitas yang ada.

Tri handoyo, Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), mengatakan dalam sepekan pertama pelaksanaan, rata-rata jumlah bertambah 14 sampai 15 persen.

“Sekarang jumlah penumpang 503.000 penumpang per hari, sebelumnya 430.000 penumpang sampai 450.000 penumpang per hari,” kata Tri di Gambir, Jakarta, kemarin (7/7)

Meskipun jumlah penumpang terus meningkat, penerapan tarif progresif  yang dihitung berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati penumpang malah membuat pendapatan perusahaan turun dalam jangka pendek.

“Pendapatan turun 10 sampai 15 persen setiap hari. Tahun ini mungkin pendapatan kami akan turun,” kata Ignasius Jonan, Direktur Utama PT KAI yang merupakan induk usaha .

Meskipun pendapatan perusahaan dari KRL commuterline turun, Handoyo berjanji layanan bagi para penumpang akan diperbaiki. Jonan mengatakan pihaknya akan menambah jumlah petugas keamanan di stasiun agar penggunaan elektronik KRL semakin tertib.

Selain menambah jumlah petugas keamanan, PT KAI juga berencana menambah fasilitas yang ada. “Keberadaan gate di stasiun memang masih kurang. Sekarang satu gate per hari bisa dilewati 1.000 penumpang,” kata Jonan.

Menurutnya KAI akan menambah sedikitnya 500 gate lagi. PT KAI juga akan menambah commuter line per Agustus 2013. Jonan mengatakan akan ada penambahan sebanyak 120 unit . “Sekitar 25 persen dari unit KRL yang sekarang ini ada,” kata Jonan.

Selain itu, PT KAI juga berencana menambah jumlah gerbang elektronik yang saat ini berjumlah 364 gerbang. Dengan penambahan ini Jonan menghimbau penumoang agar menggunakan kartu multitrip. “Pengguna kartu multi trip bisa mengurangi antrian di gate masuk dan keluar di stasiun,” katanya.

Nantinya PT KAI menutup akses selain dari gate elektronik yang ada di setiap stasiun, ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi gate elektronik. Selama ini, menurut Jonan penumpang masih ada yang masuk melewati jalan lubang tikus dan pintu darurat. “Secepatnya akan kita tutup,” ujarnya.

Tri Handoyo juga memastikan tidak akan ada penurunan pelayanan meskipun ada penurunan pendapatan. “Servis kami tetap berjalan. Ini (penurunan pendapatan sementara) ongkos yang harus dibayar supaya ada modernisasi di KRL. Jadi tidak akan mengurangi servis,” tegas Handoyo.

Handoyo berharap pada 2014 bisa memberikan kontribusi keuangan yang lebih baik. Pengenaan tiket yang lebih proporsional dan perbaikan layanan untuk penumpang diharapkan bisa menggenjot pendapatan perusahaan.

“Akhir tahun ini kami targetkan jumlah penumpang bisa mencapai 600.000 penumpang per hari. Volume harus naik lagi kalau perjalanan naik, semoga bisa menutup kekurangannya,” tegasnya.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur