Penghasilan KAI Ditargetkan hingga Rp 9 Triliun

Jakarta – PT Indonesia (KAI) dalam 6 bulan ini mendapatkan mencapai Rp 4 triliun. Tetapi pihaknya terus mengincar omset hingga Rp 9 triliun untuk tahun ini. Dengan pendapatan Rp 4 triliun artinya telah mencapai 44,44% dari Rp 9 triliun.

PT KAI juga telah berkomitmen untuk membuat semua yang beroperasi dipasang dengan pendingin ruangan atau AC.

“Penambahan semua kereta jarak jauh dan menegah semuanya pakai AC. Commuter (KRL) juga pake AC semua. Pokoknya semua kereta untuk manusia pakai AC,”jelas Ignasius Jonan, Direktur Utama saat ditemui di kantor Kementrian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Dengan penghasilan Rp 9 triliun yang telah targetkan, keuntungan yang akan diperoleh PT KAI mencapai Rp 500 miliar. Keuntungan yang diperoleh ini naik dari keuntungan tahun lalu yaitu Rp 425 miliar.

Jonan menjelaskan bahwa penghasilan yang diperoleh oleh PT KAI berasalah dari bisnis KAI anatara lain penjualan kereta api jarak jauh.

“Dari sisi volume juga mengalami kenaikan,”ujarnya.

Selama lebaran arus mudik ini, PT KAI mengangkut sekitar 100ribu penumpang dalam sehari. Jumlah dalam sehari mencapai 305 kali.

“Evaluasinya begini, jarak jauh dan menengah jumlah yang diangkut naik 18% dari lebaran tahun sebelumnya. Jadi itu jumlah penumpang yang diangkut H-7 sampai H+2, jumlah penumpang yang diangkut naik 18%. Ini sudah realisasi,” ungkap Jonan.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.