Penjaga Perlintasan Tanpa Palang Pintu Menjadi Korban Tewas

Perlintasan tanpa palang pintu kembali menelan korban. Kali ini perlintasan tanpa palang pintu di Jalan H Komarudin Rajabasa Bandarlampung yang kembali menelan korban. Dua orang tewas dan satu orang mengalami luka-luka karena . Kereta api ini menebarak sebuah sepeda motor.

Tim merdeka.com menghimpun dari kepolisian dan rumah sakit memastikan bahwa terdapat dua orang tewas akibat peristiwa ini. Salah satunya adalah Ari Sohari bin Hariyanto (47). Ari adalah penjaga perlintasan tanpa palang pintu yang telah belasan tahun dengan sukarela menjalani profesi ini.

Korban lainnya adalah Magdalena (30). Magdalena adalah pengendara sepeda motor yang nekat melintasi perlintasan tanpa palang pintu yang sedang dijaga Ari. Dari informasi didapatkan berita baha Magdalena tewas ditempat kejadian.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.05 WIB.

Sedangkan korban luka adalah Anita (27) yang mengendarai motor bersama Magdalena. Dia saat ini sedang mengalami perawatan RSUD dr H Abdul Moeloek Bandarlampung.

“Korban meninggal dunia akibat sepeda motor tertabrak kereta api itu sebanyak dua orang, yakni Ari Sohari bin Hariyanto dan Magdalena yang tewas di tempat kejadian, sedangkan Anita selamat dan masih dalam perawatan di RS,” jelas AKP Yohanes Agustiandaru, Kapolsek Kedaton kepada Antara.

Kronologi kejadian bermula saat Ari sang penjaga perlintasan tanpa palang pintu  melihat dua orang yang mengandarai sepeda motor tersangkut di rel. Pada saat yang sama kereta api sudah mulai mendekat.

“Sebelumnya Ari telah memberikan larangan kepada mereka untuk tidak menyeberang, tapi karena tidak ada palang perlintasan membuat korban ingin tetap segera melintas tapi sepeda motornya tersangkut di rel,” ujarnya.

Ari berusaha menolong mereka, namun kereta api telah terlalu dekat. Mereka tidak dapat menyelamatkan diri. Akibatnya kereta api menabrak mereka.

Korban terluka saat ini sedang dirwata di RSUD dr H Abdul Moelok (RSUDAM). Kondisi tubuhnya penuh dengan luka – luka. Kondisi motor yang mereka pakai, Yamaha Mio dengan nomor polisi BE 4331 BJ terbelah

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.