Penumpang Halangi Pintu Gerbong Tertutup, Siap – Siap Kena Hukuman

suasana stasiun kereta KRL
sumber : antara

– Petugas akan menindak tegas halangi pintu kereta otomatis. Akibat penumpang mengganjal pintu kereta, perjalanan kereta akan terhambat dan kereta tidak akan berjalan jika pintu tidak tertutup.karena hal tersebut penumpang diharapkan tidak memaksa naik, saat kereta telah penuh.

Menurut Direktur Utama (KAI), Ignasius Yonan, pihaknya telah mengeinstruksikan kepada seluruh petugas untuk  menindak siapa saja penumpang yang tertangkap mengganjal atau menahan pintu otomatis sehingga pintu tidak tertutup.

Dahulu, penumpang yang naik kereta sering mengganjal pintu gerbong dengan alasan panas. Sekarang meskipun sudah dilengkapi dengan AC  didalamnya, masih saja ada yang berusaha untuk mengganjal pintu gerbong.

Mulai sekarang menurut Ignasius, jika ada penumpang yang mengganjal pintu, kereta tidak akan berjalan. Meskipun sampai 10 jam kereta tidak berangkat. Menunggu hingga pintu gerbong tertutup semua.

Menurutnya juga penumpang yang mengganjal pintu langsung saja diproses hukum. Tindakan tersebut disebut dengan penggrusakan.

“Saya sudah instruksikan ke petugas kalau ada yang tertangkap tangan mengganjal pintu, langsung diproses hukum karena itu pengrusakan. Itu yang menghambat,”kata Dirut PT KAI kepada antara

Peraturan ini dikeluarkan karena ada laporan dari lapangan jika pintu tidak tertutup kereta tertahan dan tidak berjalan sekitar 20 menit. Hal ini terjadi karena penumpang terus memaksa masuk. Sehingga di berikutnya kereta harus mengantri. Total keterlambatan hingga 1 sampai 2 jam.

Dirut KAI juga menghimbau agar para penumpang untuk tidak masuk jika kereta sudah penuh. Tunggu hingga kereta berikutnya datang.

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.