Ditopang KA Lokal & Ekonomi, Jumlah Penumpang Kereta di Sumut dan Aceh Meningkat

Mahendro Trang Bawono, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut - jurnalsumatra.com
Mahendro Trang Bawono, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut - jurnalsumatra.com

Medan di Sumatera Utara dan Aceh saat ini mulai mengalami peningkatan. Kenaikan volume penumpang KA tersebut rupanya ditopang oleh penumpang KA lokal dan kelas .

“Penumpang kereta api tren meningkat. Pada 4 Agustus misalnya, jumlah penumpang ada 771 orang dari posisi Juli hanya 540 orang,” ujar General Manager Humas Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono, Jumat (6/8), seperti dilansir Antara.

Mahendro merinci, KA lokal Srilelawangsa Medan-Binjai-Medan jumlah penumpangnya mencapai 665 orang dan KA ekonomi Putri Deli rute Medan-Tanjungbalai-Medan jumlahnya 79 orang. “Manajemen berharap jumlah penumpang terus bertambah banyak dengan tentunya KAI tetap mengikuti aturan yang ditetapkan ,” tegas Mahendro.

Seperti diketahui, sampai saat ini (KAI) masih membatasi dan mewajibkan calon penumpang untuk memenuhi berbagai persyaratan, khususnya selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 yang diberlakukan di Kota Medan dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di wilayah Sumut.

Adapun syarat untuk KA antarkota di daerah PPKM Level 3 dan 4 adalah wajib melampirkan dan hasil negatif uji Covid-19. Manajemen KAI Divre I Sumut sendiri mulai tanggal 29 Juli 2021 lalu telah mewajibkan calon penumpang KA antarkota untuk menunjukkan dokumen vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Penerapan syarat tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 58 Tahun 2021 yang mengatur syarat perjalanan KA antarkota pada daerah yang termasuk kategori PPKM Level 3 dan Level 4. Pengaturan level PPKM tersebut mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No 24 Tahun 2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 25 Tahun 2021. “Pada periode 1-4 Agustus, manajemen KAI membatalkan keberangkatan 59 calon penumpang KAI yang tidak memenuhi persyaratan seperti yang ditetapkan manajemen,” tandas Mahendro.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*