Tidak Disediakan KAI, Penumpang Kereta Usia Batita Bawa Face Shield Pribadi

Penumpang bayi berusia di bawah tiga tahun (batita) harus membawa Face Shield sendiri - www.ayojakarta.com

JAKARTA – Sejak beroperasi kembali, PT Indonesia () mewajibkan masyarakat yang naik kereta api reguler untuk memakai pelindung wajah atau face shield selama musim pandemi COVID-19. Sayangnya, jika untuk dewasa disediakan secara gratis atau cuma-cuma, tidak demikian dengan penumpang bayi berusia di bawah tiga tahun (batita).

“Khusus penumpang dengan usia di bawah 3 tahun yang menggunakan KA jarak jauh, diminta untuk membawa face shield pribadi. Sementara, untuk penumpang dewasa, face shield akan disediakan oleh KAI,” papar VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus, dilansir Harian Jogja. “Secara umum, setiap penumpang kereta api diharuskan dalam kondisi sehat, yakni tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius. Selain itu, penumpang wajib menggunakan masker, dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.”

Sementara itu, untuk penumpang dengan usia di atas 50 tahun yang sedang melakukan kereta api, kondektur berhak mengatur penempatan tempat duduk penumpang yang bersangkutan agar tidak berdampingan dengan penumpang lain. Ini dilakukan karena mereka yang berusia lanjut lebih rentan terkena .

Pada masa menuju new normal ini, penumpang kereta api jarak jauh juga diharuskan membawa bebas COVID-19 yang masih berlaku dari hasil PCR (berlaku 7 hari) atau rapid test (berlaku 3 hari), surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau rapid test; serta mengunduh dan mengaktifkan Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

“Adanya pemeriksaan persyaratan tersebut, calon penumpang diminta untuk datang ke paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan,” sambung Joni. “Kami berharap ketentuan-ketentuan di atas bisa dipatuhi dan dipersiapkan dengan baik oleh calon penumpang sebelum membeli kereta api agar dapat bepergian menggunakan kereta api.”