Penjualan Tiket Kereta untuk Libur Nataru di Daop 7 Madiun Turun 35%

Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun - kanalindonesia.com
Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun - kanalindonesia.com

Kediri tiket api menjelang 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di wilayah (KAI) Daop 7 Madiun tercatat mengalami penurunan. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu, penurunan penjualan tiket KAI di Daop 7 Madiun saat ini mencapai 35%.

“Sejak penjualan tiket libur Natal dan Tahun Baru dibuka pada akhir November lalu, setidaknya sudah 113.251 tiket terjual atau turun 35 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019/2020 sebanyak 325.606,” kata Manajer Humas (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Kamis (10/12), seperti dilansir Antara.

“Tapi, tiket kereta api untuk libur Natal dan Tahun Baru yang terjual pada tahun ini justru menunjukkan komitmen kami untuk membatasi okupansi 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia,” imbuh Ixfan. Pembatasan okupansi atau tingkat keterisian kursi dalam kereta ini dilakukan supaya tercipta prinsip physical distancing selama perjalanan untuk mendukung upaya dalam menekan penyebaran (Covid-19), khususnya di sarana .

PT KAI sendiri sudah menetapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru selama 20 hari, yakni mulai tanggal 18 Desember 2020 sampai 6 Januari 2021. Guna menyambut masa angkutan Nataru selama 20 hari tersebut, pihak KAI Daop 7 Madiun telah melakukan berbagai upaya persiapan supaya perjalanan kereta tetap selamat, aman, lancar, terkendali, dan sehat.

Upaya yang dilakukan meliputi pemeriksaan lintas secara menyeluruh menggunakan Dresin. Kemudian juga inspeksi mulai dari Stasiun Walikukun di paling barat, Stasiun Curahmalang di timur, hingga Stasiun Talun di Kabupaten Blitar yang berada di selatan. “Pemeriksaan yang dilakukan meliputi fasilitas pelayanan pelanggan, peralatan pengaman, kondisi jalur, jembatan, kecakapan petugas operasional, titik rawan, armada sarana, dan kesehatan petugas,” terang Ixfan.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan AMUS (alat material untuk siaga) untuk mengantisipasi gangguan pada jalur kereta. AMUS itu disiagakan di 9 lokasi, yaitu Walikukun, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar. Kemudian, sebanyak 70 tenaga tambahan yang terdiri dari 41 petugas penilik jalan (PPJ), 24 petugas jaga lintasan (PJL) dan lima penjaga daerah rawan (PDR) juga disiagakan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*