Perbaikan, KA Perintis Cut Meutia Berhenti Beroperasi 24-30 Oktober 2018

M Ilud Siregar, Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut - medan.tribunnews.com
M Ilud Siregar, Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut - medan.tribunnews.com

Medan (KA) Perintis Cut Meutia, akan menjalani perbaikan. Oleh sebab itu manajemen (KAI) mengumumkan bahwa KA Perintis Cut Meutia sementara tidak beroperasi selama 7 hari, yakni mulai tanggal 24-30 Oktober 2018.

“KA itu tidak beroperasi karena ada perbaikan dan perawatan rangkaian kereta KA Perintis Cut Meutia,” kata Manager Humas (Persero) Divre I Sumut, M Ilud Siregar di Medan, Jumat (19/10), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Ilud memaparkan bahwa perbaikan dan perawatan rangkaian KA Perintis Cut Meutia ini termasuk dalam program perbaikan dan perawatan yang dilaksanakan oleh unit sarana PT KAI Divre I Sumut. “Manajemen KAI Sumut memohon maaf kepada para penumpang dan KA Perintis Cut Meutia dengan tidak beroperasinya kereta api itu selama tujuh hari,” paparnya.

Ilud memastikan jika setelah perbaikan dan perawatan rangkaian kereta rampung, maka KA Perintis Cut Meutia akan kembali beroperasi sesuai dengan peraturan kereta api. KA Perintis Cut Meutia sendiri selama ini melayani di 3 , antara lain Krueng Geukueh, Bungkaih, dan Krueng Mane.

KA Perintis Cut Meutia beroperasi melayani penumpang di kawasan Aceh setiap hari dengan frekuensi perjalanan 8 kali sehari pergi-pulang (PP). Lantaran KA Perintis Cut Meutia biasa beroperasi untuk melayani perjalanan jarak dekat dengan pemesanan sesaat sebelum , maka dipastikan tak ada pengembalian uang atau refund pada para calon penumpang.

Jumlah penumpang dari KA Perintis Cut Meutia sendiri dilaporkan terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu manajemen PT KAI terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang di segala aspek. “Perbaikan dan perawatan rangkaian kereta api yang semakin memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan penumpang adalah salah satu wujud komitmen manajemen KAI dalam meningkatkan kepada masyarakat,” pungkas Ilud.