Perjalanan Kereta di Somerset, Inggris Tertunda Karena Seekor Sapi

sapi berada ditengah rel membuat perjalanan kereta tertunda
sapi berada ditengah rel membuat kereta tertunda
sumber : daily news , liputan6

SOMERSET – Perjalanan di Nailsea dan Backwell, utara Somerset, tertunda hingga 2 jam. Perjalanan kereta ini tertunda akibat seekor sapi ternak main di rel kereta. Akibat tertunda hingga 2 jam, kereta yang berada dibelakangnya harus mengantri lebih lama.

Dari berita yang dimuat Daily News dan berasal dari rekaman milik Aimee Ramsay terlihat sapi dengan santai berjalan di jalur kereta. Disaat yang sama kereta yang menunggu dibelakangnya harus berjalan pelan-pelan menunggu hingga sapi pergi dari jalurnya. Para sempat mengumpat dengan kehadiran sapi karena membuat kereta yang akan naiki .

“Kereta tertunda. Sapi Kamikaze di mana-mana #Yolo,” tulis Aimee Ramsay pada twitternya.

“Ini tidak lucu, ketika Anda seharusnya sudah berada di tempat kerja! Ini benar-benar kehidupan nyata di negara ini,” tambahnya.

Bea Lilley juga mengungkapkan keluhannya lewat akun twitter miliknya,” Alasan aku terlambat ke kantor pagi ini!”.

Perjalanan kereta api antara Bristol dan Weston-super-mare, Somerset tertunda pada Kamis, 19 Spepember 2013 waktu setempat. Kereta tersebut seharusnya tiba pukul 07.00 namun telat baru sampai pukul 09.00. para petugaspun juga berusaha menangkap hewan tersebut.

“Saya sampai ke stasiun kereta api untuk naik kereta ke tempat kerja, dan yang ada hanya seekor sapi berkeliaran di tengah rel,” ujar Jack Wait (18).

Keluhan tentang adanya sapi ditengah rel yang menunda perjalan kereta membanjiri twitter.

Setelah menunggu sangat lama untuk mengusir sapi yang berbobot besar tersebut, akhirnya sapi pergi dari rel dan kereta dapat melintas. Karena penumpang sudah membludak, akhirnya tidak dapt terangkut dalam sekali angkut.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.