KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Kereta Liar di Citayam-Bojonggede

Eva Chairunisa, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta - www.genpi.co
Eva Chairunisa, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta - www.genpi.co

Jakarta – PT Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta berencana menutup 3 kereta api liar di Kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor hingga Citayam, Kota Depok. Penutupan perlintasan liar itu dilakukan guna meminimalisir kecelakaan.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94, menyatakan bahwa untuk kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup,” ujar Kahumas Daop 1 Jakarta Eva Chairunnisa, Selasa (14/6), seperti dilansir dari IDXChannel.

Eva menegaskan, realisasi penutupan perlintasan KA liar itu akan dilakukan secepatnya. Perlintasan liar tersebut terletak di 3 gang berbeda. “Adapun, dalam waktu dekat penutupan perlintasan liar dilakukan di petak jalan Citayam-Bojong Gede yakni di KM 39+9/0 Jl Gang Pinang, KM 41+2/3 Jl Gang Inpres dan KM 41+5/6 Jl Gang Paseban,” jelas Eva.

Perlintasan yang ditutup adalah akses jalan yang sering dilintasi oleh sepeda motor. Akses perlintasan terpantau sudah ditutup dengan penghalang potongan batang besi rel yang dipasang berdiri dan dicor, serta diberi pembatas beton di bagian bawahnya. Sebelum penutupan tersebut, warga di sekitar lokasi perlintasan sudah memperoleh surat pemberitahuan dari pihak PT KAI Daop 1 Jakarta.

Eva mengimbau agar masyarakat tidak memakai perlintasan liar tersebut dan lebih baik menggunakan perlintasan . Pasalnya, selama ini perlintasan liar di sejumlah lokasi tersebut kerap memakan korban jiwa atau rawan terjadi kecelakaan.

PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat, sejak bulan Januari sampai Juni 2022 sudah ada 8 perlintasan di wilayah Daop 1 Jakarta yang ditutup. Penutupan perlintasan kereta liar dilakukan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, seperti Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Pemda, Dishub, dan aparat setempat. “Dari delapan perlintasan yang ditutup tersebut, tujuh titik merupakan perlintasan liar dan satu titik merupakan perlintasan resmi,” paparnya.

Eva pun mengimbau pada masyarakat agar tidak membuat perlintasan jalur ilegal, sebab hal itu bisa membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas dan juga mengganggu perjalanan kereta api.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*