Petugas Jarang Menegur, Penumpang KRL Sering Abaikan Aturan

JAKARTA – Akibat yang jarang menegur dan memperingatkan yang mengabaikan , sejumlah pengguna mengeluh. Para penumpang nakal, mengabaikan aturan yang ada, tidak hanya selama berada di , tapi juga saat menunggu KRL di .

“Saya masih sering lihat orang yang merokok di areal stasiun, memang sudah ada stiker atau pengumuman dilarang merokok. Jarang petugas yang menegur langsung sehingga mereka tetap merokok,” ungkap Siti (26), salah seorang penumpang, kepada Antara, di Stasiun Sudimara, Jumat (18/10/2013).

Berdasarkan pengakuan Siti, para penumpang yang merokok ataupun membuang sampah sembarangan beberapa kali memang ditegur oleh pengelola stasiun melalui pengeras suara. Namun hal itu dinilai kurang efektif dan tidak dihiraukan oleh penumpang.

“Mereka cenderung masa bodoh dan diam saja,” ujarnya.

Pengabaian aturan juga kerap kali terjadi di dalam gerbong KRL. Seperti yang dilansir Antara, dalam sebuah perjalanan KRL dari Stasiun Serpong menuju Stasiun Tanah Abang, penumpang yang menempati kursi prioritas tidak memberikan tempat duduk tersebut untuk seorang ibu yang menggendong anak berusia sekitar 3 tahun.

Padahal aturan yang ditempelkan oleh PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) selaku pengelola KRL Jabodetabek, kursi prioritas khusus disediakan bagi penumpang KRL dengan disabilitas, manula, ibu hamil dan penumpang, yakni penumpang perempuan yang membawa anak kecil.

“Dalam kondisi seperti itu memang harus ada kerjasama dari penumpang lainnya untuk mengingatkan,” kata Eva Chairunissa, Manajer Humas , kepada Antara di Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Eva mengakui, petugas yang bertugas untuk menjaga keamanan gerbong KRL selama perjalanan, akan sulit bergerak untuk berpatroli ketika kondisi gerbong padat. Inilah yang menyebabkan kurangnya teguran atau peringatan dari petugas.

“Sesuai standar minimum pelayanan, ada empat orang petugas pada satu rangkaian KRL,” jelasnya.

Menurut Eva, untuk mengatasi pengabaian aturan ini, pihaknya akan mendorong petugas yang berjaga di dalam rangkaian kereta maupun stasiun agar lebih proaktif dalam memberikan teguran pada penumpang nakal. Harapannya pengabaian aturan bisa diminimalisir.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur