PKD, Dapatkan Sanksi Dipecat jika Tak Gusur PKL di Stasiun

Depok – kaki lima (PKL) disekitar sedang ditertibkan oleh akhir – akhir ini. Keamanan Dalam (PKD) menjadi salah satu yang berperan utama dalam penertiban para PKL ini. PKD yang menertibkan para PKL ini harus menerima ancaman hingga pukulan dari para PKL yang mereka . Bukan hanya itu sanksi dipecat oleh atasan mereka juga menjadi salah satu resiko PKD jika tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Seorang petugas PKD yang berada di Stasiun Depok menceritakan pengalamannya saat menerima tugas menertibkan para PKL di stasiun tempatnya bekerja. Penertiban tersebut terjadi empat bulan yang lalu. Dia sendiri sebenarnya tidak enak hati kepada para PKL saat mereka harus ditertibkan. Pdahal mereka telah berjualan di stasiun tersebut bertahun – tahun lamanya.

“Tapi kan karena kewajiban menjalankan tugas, ya kita larang mereka. Meskipun kita sudah kenal kan,” ujarnya kepada detikcom di Stasiun Depok Lama, Depok, Jawa Barat.

Petugas tersebut menjalankan tugasnya dengan berseragam biru. Para PKL kesal kepadanya dan petugas lain karena lapak mereka digusur. Saking kesalnya kepada para petugas ada juga PKL yang mengancam petugas.

“Kadang-kadang diancam. Teman ada yang pernah pas pulang diketok kepalanya. Mungkin PKL itu kesal,” ujarnya.

Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan antara petugas dan PKL, etugas memilih tidak menghiraukan ancaman para PKL. Petugaspun mengerti kekesalan para PKL yang lapaknya harus digusur, padahal mereka telah berjualan bertahun – tahun dilokasi tersebut.

“Makanya kita kalau pulang pakai jaket, biar nggak keliatan seragamnya,”tuturnya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.