Pola Operasi KA Lokal Jabodetabek Berubah Mulai 7 Oktober

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2013 pola operasi kereta lokal di wilayah diubah oleh . Hal ini dilakukan karena adanya penambahan kapasitas jumlah pada jam-jam sibuk kerja.

“Pola operasi yang dilakukan, antara lain merubah jam keberangkatan KA 303 yang semula pemberangkatan awalnya dari Parung Panjang, menjadi pemberangkatan awal dari statsiun Rangkasbitung pada pukul 06.15 Wib,” ujar Sukendar Mulya, Kepala Humas PT KAI Daop I Jakarta.

KA 1103 pola operasiny juga berubah, semula dari stasiun Serpon pukul 05.10 WIB menjadi 04.50 WIB dengan jurusan Serpong – Tanah Abang.

KA1104 semula berangkat dari Stasiun Tanah Abang pukul 06.00 WIB jurusan Tanah Abang – Serpong menjadi KA 1104 A jurusan Tanah Abang – Parung Panjang.

“Waktu keberangkatannya dari stasiun Tanah Abang pukul 05.40 Wib. Merubah tempat pemberangkatan KA 1115 yang semula pemberangkatan awalnya dari stasiun Serpong, menjadi pemberangkatan awalnya dari stasiun Parung Panjang pada pukul 06.34 Wib,” jelasnya.

PT KAI juga merubah perjalanan KA 284 yang semula berangkat dari stasiun Angke pukul 13.49 WIB menjadi KA 284A berangkat dari stasiun Angke pukul 16.49 WIB.

KA 278 (KA Rangkas Jaya) semula berangkat dari stasiun Tanah Abang pukul 17.00 WIB menjadi KA 278A berangkat dari Tanah Abang puku 18.00 WIB.

“Dengan perubahan tersebut, maka terhitung mulai tanggal 7 Oktober 2013, KA 284 dan KA 278 perjalanannya dibatalkan,” tegasnya.

Selain merubah pola operasi kereta, PT KAI juga melakukan tambahan rangkaian kereta.

Rangkaian KA 297/308 semula terdiri dari 7KA (K3) + 1 Kereta Makan Penumpang (KMP) + 1 KA Barang (B) menjadi 8 K3 + 1 KMP + 1 B.

KA 299/310 semula 7 K3 + 1 KMP + 1B menjado 9K3 +1KMP+1B.

KA 301/312 semula 7K3 + 1KMP +1B menjado 8K3 + 1KMP +1B.

“Pelaksanaan perubahan jadwal dan penambahan kereta KA Lokal pada jam sibuk di wilayah Barat ini kan diberlakukan terhitung mulai tanggal 7 Oktober 2013,” tandasnya

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.