Polsuska dan Pedagang Asongan Kembali Adu Mulut di Stasiun Klaten

Polsuska menghadang pedagang masuk gerbong
menghadang pedagang masuk gerbong
sumber : kompas

Klaten – Jumat, 06 September 2013 di Klaten kembali dilarang berjualan oleh Polsuka. Beberapa hari kemarin polsuska telah membiarkan para pedagang asongan untuk berjualan didalam gerbong . Tetapi pagi tadi polsuska kembali melarang para pedagang. Akibatnya terjadi adu mulut antara pedagang dengan polsuska. Para pedagang tetap memaksa untuk masuk ke gerbong .

Ketegangan ini bermula saat belasan pedagang memaksa masuk ke gebong KA Sri Tanjung jurusan Lempuyangan Yogayakarta – Banyuwangi. Akhirnya seorang petugas Polsuska datang dan mencoba melarang para pedagang ini. Sehingga terjadi adu mulut antara mereka berdua.

Meski terjadi adu mulut tidak sampai membuat keributan. Tetapi suasana menjadi tegang karena para pedagang terus berteriak – teriak memaki para petugas. Para wartawan juga sempat dilarang mengambil gambar oleh petugas.

Ketegangan ini berakhir saat KA Sri Tanjung kembali melaju ke arah Solo. Hanya beberapa pedagang yang dapat masuk gerbong. Sebagian lainnya menunggu di .

Yuni (35) seorang pedagang mengatakan bahwa dirinya bersama para pedagang asongan yang lain tetapa akan terus memaksa untuk dapat berjualan di dalam gerbong kereta. Meskipun mereka dilarang oleh tetapi dirinya bersama pedagang lain akan tetap terus berjualan.

“Kami tetap akan berjualan di gerbong KA Ekonomi, demi mencari sesuap nasi untuk keluarga kami,” ujarnya kepad Timlo.net.

Saat dimintai keterangan PT KAI setempat tetap akan melakukan tindakan pelarangan berjualan bagi pedagang asongan didalam gerbong meski hal ini banyak ditentang. Hal ini terus dilakukan sebagai bentuk untuk menaati peraturan yang telah dibuat PT KAI pusat.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.