Profil Stasiun Plabuan (PLB), Stasiun KA dengan Pemandangan Eksotis di Tepi Pantai

Plabuan (PLB) merupakan sebuah kereta api yang terletak di Kampung Plabuan, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Tengah. Stasiun ini berdiri di ketinggian +4 mdpl dan termasuk dalam wilayah operasional Daop IV . Nama stasiun ini diambil dari nama area tempat stasiun tersebut berada.

Stasiun ini lokasinya terbilang unik dan mungkin hanya satu-satunya di Indonesia, karena terletak tepat di bawah bukit, di bibir pantai dan langsung menghadap ke Laut Jawa. Hal inilah yang menyebabkan banyak railfans rela bersusah-susah datang ke stasiun ini hanya untuk menikmati lansekap pemandangan yang Indah di sini.

Mengingat statusnya sebagai stasiun kecil, hanya ada 2 jalur kereta api yang tersedia di Stasiun Plabuan. Hal ini dikarenakan hanya kereta api yang mau bersilang dengan kereta lainnya saja yang akan berhenti di stasiun ini. Seiring dengan terselesaikannya Jakarta-, posisi rel yang semula agak menepi ke sisi pantai kini digeser lebih ke tengah dengan tujuan untuk meningkatkan kecepatan jelajah Kereta Api. Meski begitu, tak mengurangi keindahan panorama alam di sekitar Stasiun Plabuan ini.

Untuk mengunjungi stasiun ini, Anda harus menempuh darat sekitar 2,5 jam dari Kota Semarang. Anda akan melewati jalur pantura hingga ke Alas Roban, dan kemudian memasuki kawasan Hutan Siluwok yang banyak ditumbuhi pohon kapas dan karet milik PTPN IX. Jarak dari jalan Pantura hingga ke Stasiun Plabuan adalah sejauh  15 kilometer.

Salah satu kereta api yang pernah dijadwalkan singgah di Stasiun Plabuan adalah KA Pekalongan Ekspres. KA kelas ekonomi AC ini semula dioperasikan mulai 12 Juli 2014 untuk melayani koridor Semarang Tawang-Pekalongan PP. Rangkaian KA Pekalongan Ekspres memanfaatkan rangkaian milik KA Kamandaka yang tidak digunakan di siang hari. Kereta ini akan berhenti di beberapa stasiun, diantaranya Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Weleri, Stasiun Plabuan, hingga berakhir di Stasiun Pekalongan.

Awalnya KA Pekalongan Ekspres diluncurkan sebagai solusi untuk mengangkut para  KA Kaligung Mas yang telah kehabisan , serta mempromosikan wisata di Stasiun Plabuan dan sekitarnya yang terkenal akan keindahan pantai dan penangkaran ikannya.

Aktifitas KA Pekalongan Ekspres berakhir pada 19 Desember 2014, ketika perjalanan KA Kamandaka ditambah menjadi 3 kali sehari dan praktis tak menyisakan rangkaian kereta yang menganggur.