Profil Stasiun Purworejo (PWR), Cagar Budaya yang Menanti untuk Dioperasikan Kembali

Purworejo (PWR), merupakan sebuah kelas II yang terletak di Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Stasiun ini berdiri pada ketinggian +63 mdpl dan berjarak hanya sekitar 9 km dari Stasiun Kutoarjo. Stasiun Purworejo beroperasi di bawah kendali . Stasiun ini menjadi stasiun terakhir di Kutoarjo-Purworejo sepanjang 12 km sekaligus sebagai salah satu stasiun terminus di Jawa Tengah, selain Cilacap dan Wonogiri.

Stasiun berstatus non aktif ini pertama kali didirikan oleh Staatsspoorwegen di masa kolonial , tepanya pada 20 Juli 1887. Stasiun yang kini hampir berusia 129 tahun ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 2010 lalu. Dahulu, di sebelah barat daya Stasiun Purworejo terdapat balai yasa yang kini sudah tidak aktif karena dipindah ke Lahat karena alasan membahayakan jiwa. Stasiun Purworejo masih menggunakan sistem persinyalan manual atau mekanik. Di masa peralihan pendudukan ke Jepang, Stasiun ini juga melayani antara Kutoarjo hingga menuju Magelang, Secang, Temanggung, hingga Ambarawa.

 

Kini, Stasiun Purworejo tidak melayani satu kereta api pun. Kereta terakhir yang singgah di stasiun ini adalah kereta api Feeder Purworejo-Kutoarjo berlokomotif BB300 yang melayani tujuan dari dan ke Kutoarjo. Awalnya, Stasiun KA Freeder tersebut lebih banyak digunakan untuk mengangkut hasil bumi dan berbagai keperluan militer. Namun dalam perkembangannya, kereta ini kemudian dimanfaatkan sebagai angkutan .

 

Kereta Api Freeder Purworejo – Kutoarjo awalnya hanya menarik 1 gerbong hingga bertambah menjadi beberapa gerbong seiring bertambahnya jumlah penumpang. Gerbong KA penumpang ini terbagi atas 2 kelas gerbong, yakni gerbong ekonomi (K3) dan gerbong bisnis (K2). KA Freeder beroperasi dalam 3 dari Kutoarjo yakni pada pukul 05.30 pagi, 08.00 pagi, serta 16.30 sore. Adalah penumpang asal Kutojaya Selatan, Kutojaya Utara, Sawunggalih, Kahuripan, Pasundan, dan area sekitarnya yang kerap kali menggunakan jasa angkutan dari KA Freeder ini menuju ke Kutoarjo.

 

Menurunnya jumlah penumpang kereta karena peralihan tren angkutan ke jalur darat membuat stasiun Purworejo menjadi semakin sepi, hingga pada dekade 1990-an Stasiun Purworejo dinyatakan tutup. KA Freeder sendiri masih terus beroperasi hingga tidak lagi dioperasikan pada November 2010.

1 Trackback / Pingback

  1. Stasiun Purworejo, Menanti dijadikan Museum Sejarah Kereta Api

Komentar ditutup.