Proyek MRT Harus Ramah Untuk Kelompok Difabel, Lansia, Ibu Hamil

massal Mass Rapid Transit atau yang lebih dikenal dengan ini diharapkan dapat ramah bagi pengguna transportasi yang menyandang cacat (). Proyek ini sedang dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Rommy, Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil DKI Jakarta mengatakan bahwa proyek MRT yang ramah lingkungan ini harusnya juga ramah terhadap pengguna penyandang cacat (difabel), ibu hamil dan warga lanjut usia (lansia).

“Selama ini, umumnya kereta dan bus sangat tidak ramah terhadap defabel,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan saat ini transportasi massal umumnya tidak ramah seperti saat penumpang mengangkut barang lalu aksi sopir angkutan umum yang ngebut saat menaikkan penumpang ibu hamil dan lansia serta saat menurunkan mereka.

Ketidakramahan juga terlihat bagi orang yang memakai kursi roda ataupun kelompok difabel saat naik kendaraan umum.

“Tentunya dalam masa konstruksi proyek MRT, harapan masyarakat terhadap variabel aksesibilitas ini diharapkan terakomodir,” ujarnya.

Angkutan MRT yang baru mulai dibangun ini nantinya harus memenuhi beberapa syarat seperti yang terjangkau untuk calon penumpang, ramah terhadap difabel, ibu hamil dan lansia.

“Karena kejeniusan teknologi transportasi adalah dengan menyederhanakan yang kompleks, bukannya membuat rumit sesuatu yang sebenarnya sederhana. MRT dengan teknologi tinggi harusnya bisa menyelesaikan masalah transportasi di Jakarta yang cukup kompleks,” katanya

Rommy menyambut baik langkah dari Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta yang pada 10 Oktober 2013 lalu mulai melakuan underbreaking MRT di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

“Proyek MRT yang sudah ditunggu masyarakat selama 24 tahun akhirnya dilaksanakan oleh DKI Jakarta. Mega proyek untuk mengurangi kemacetan ini tentunya diharapkan bisa diakses semua orang,” pungkasnya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.