PT KAI Daop 3 Cirebon Gelar Pasar Sembako Murah di Sliyeg, Indramayu

Kuswardojo, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon - www.media3.id
Kuswardojo, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon - www.media3.id

Indramayu (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon menyalurkan sebanyak 3.000 sembako murah untuk warga kurang mampu yang bermukim di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. sembako murah bertajuk Pangan Murah Ramadan 1440 H ini sengaja dihadirkan untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan warga di 5 desa di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, antara lain masyarakat di Desa Sliyeg, Desa Sliyeg Lor, Desa Majasari, Desa Mekar Gading, dan Desa Gadingan.

Dalam satu paket sembako murah tersebut terdiri dari beras 1 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 450 gram, garam 250 gram, sarden 420 gram, dan goody bag senilai Rp 42.500 per paket, namun dijual pada masyarakat hanya dengan Rp 10.000 saja per paket. “Semuanya sudah kita bungkus dalam satu paket dengan total Rp42.500 dan masyarakat bisa menebus dengan Rp10.000,” kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon Kuswardojo di Indramayu, Kamis (23/5), seperti dilansir Inilahkoran.

“Melalui kegiatan semacam ini, kami berharap agar masyarakat bisa secara langsung merasakan manfaat kehadiran BUMN di sekitar mereka, salah satunya adalah PT KAI (Persero). BUMN Hadir untuk negeri ini akan terus berkelanjutan untuk memberikan sumbangan nyata bagi masyarakat, mewujudkan peran dan kontribusi nyata BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan kondisi sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” sambung Kuswardoyo.

Camat Silyeg Kabupaten Indramayu, Wasga Cipto Wibowo pun mengaku berterima kasih dengan adanya program pasar sembako murah ini. “Kami merasa bangga dan haru pada PT Indonesia yang punya kepedulian kepada masyarakat yang memang sangat berharap adanya program ini, bisa dilaksanakan di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Selain program ini dari PT Indonesia juga sudah dilaksanakan program pasar murah sangat membantu masyarakat menengah ke bawah,” ujar Wasga.

Di Kecamatan Sliyeg sendiri sebenarnya ada 14 desa, jadi yang 9 desa nantinya program serupa akan dikelola langsung oleh Pemerintah Desa yang bersangkutan. “Karena kalau dikumpulkan di sini semua tempat tidak mencukupi tetapi walaupun demikian dengan tidak mengurangi rasa hormat kami PT KAI, dengan Rp 10.000 masyarakat itu betul-betul bisa menikmati manfaat adanya program pasar murah,” tandas Wasga.