PT KAI Dapat Tawaran Jadi Operator Kereta Api di Myanmar

Yogyakarta – PT Indonesia (KAI) sedang mempertimbangkan lebih lanjut rencana untuk mengepakkan sayapnya ke luar negeri dengan menjadi operator di Myanmar. KAI memperoleh tawaran dari Myanmar ketika menghadiri pertemuan Railways CEO conference.

Direktur Utama (Dirut) KAI, Edi Sukmoro menjelaskan jika ASEAN Railways CEO conference adalah pertemuan antar CEO kereta api dari 7 negara di ASEAN. Salah satu hal yang dibahas adalah konektivitas antar negara di ASEAN untuk menunjang kegiatan perekonomian antar negara tersebut.

Selain ditawari menjadi operator kereta api di Myanmar, KAI juga memperoleh tawaran untuk membangun serta memasok ke Myanmar. Sementara itu, Direktur Logistik , Budi Noviantoro menuturkan bahwa pihaknya kini tengah menjajaki tersebut dengan menginventarisasi aset intern yang dimiliki KAI. “Kita lihat potensi yang akan kita bawa ke sana (Myanmar),” ujarnya.

Untuk itu, PT KAI hendak menawarkan gerbong-gerbong tua pada Myanmar berjumlah sekitar 600 gerbong yang berusia lebih dari 20 tahun dan siap untuk direkondisi dan dikirim ke Myanmar. “Kami punya 600-an gerbong tua di atas 20 tahun. Kecepatannya bisa mencapai 60 kilometer per jam. Tapi perlu direkondisi dulu,” ungkap Budi, Selasa (18/10).

“Di Myanmar memang sudah ada kereta api, tapi kecepatannya hanya 30 kilometer per jam,” imbuhnya. PT KAI sendiri sudah mengirimkan tim teknis untuk melakukan survei ke Myanmar.

Budi berpendapat, penggunaan kereta api di Myanmar pada dasarnya sangat tinggi, tetapi belum dikerjakan secara optimal oleh pemerintah di sana. “Bisa jadi karena faktor keamanan di sana yang baru saja stabil,” ujarnya.

Gerbong-gerbong dan yang hendak dikirim tersebut akan di-upgrade oleh KAI hingga memiliki kecepatan 60 km/jam. Budi menambahkan jika pihaknya juga akan melakukan perbaikan dan penambahan di dalam gerbong tersebut. “Kemungkinan terealisasi tahun depan,” tutupnya.