PT KAI Bakal Manfaatkan Artificial Intelligence untuk Perawatan Kereta Api

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo - www.cnnindonesia.com

Jakarta – PT Indonesia (Persero) akan mengembangkan digitalisasi guna memudahkan perawatan dan pemantauan sarana dan prasarana kereta api. Kelak KAI berencana memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk perawatan kereta api.

“Kami berencana mengembangkan digitalisasi perawatan sarana berbasis Artificial Intelligence,” ungkap Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Selasa (26/1), seperti dilansir Antara. Didiek menambahkan, pengembangan aplikasi berbasis Artificial Intelligence ini diharapkan dapat mengefisienkan petugas dengan tetap memastikan operasional kereta api dengan lancar.

Menurut Didiek, KAI akan menerapkan langkah adaptif demi mendorong pemulihan kondisi di tengah pandemi corona (Covid-19) yang masih mewabah sampai sekarang. Berbagai langkah akan dilakukan KAI, meliputi transformasi , organisasi, dan proses bisnis. “Pada masa pandemi kami bekerja extraordinary, tidak seperti biasa. Kami optimistis dapat bangkit dan terus bertumbuh tahun ini dengan berbagai langkah yang adaptif, solutif, dan kolaboratif untuk Indonesia,” terang Didiek.

Langkah adaptif tersebut diwujudkan oleh KAI dengan terus berinovasi, cepat menyesuaikan diri, melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi, serta efisiensi. Tahun 2021 ini juga akan menambah -fitur dalam aplikasi KAI Access serta menggunakan big data untuk mengetahui minat dan kebiasaan . Dengan demikian, KAI berharap dapat melayani dan menghadirkan layanan yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Selain itu, KAI akan mengembangkan aplikasi untuk operasional kereta api supaya memudahkan perawatan serta pemantauan sarana dan prasarana kereta api. PT KAI pun berinovasi untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dengan terus mengujicobakan penggunaan B100 pada genset kereta. B100 sendiri adalah bahan bakar 100 persen Biodiesel dengan bahan dasar sawit, sehingga diklaim lebih ramah lingkungan.

Lebih lanjut Didiek memaparkan, 2021 adalah tahun vaksinasi Covid-19. Oleh sebab itu, KAI berusaha tetap adaptif dan siap untuk mendukung pemerintah dengan mendaftarkan seluruh pegawai untuk melakukan vaksinasi. Sedangkan dalam melayani pelanggan, KAI mewajibkan antigen bagi Awak Sarana Perkeretaapian dan petugas serta rapid test antibodi untuk petugas frontline. “Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan memastikan petugas yang melayani pelanggan semuanya dalam keadaan sehat,” ungkap Didiek.

Langkah berikutnya dalam menghadapi tahun 2021 ini adalah solutif. Hal tersebut tertuang dalam visi KAI, yakni menjadi solusi ekosistem terbaik untuk Indonesia. “Prinsip Solutif KAI adalah memberikan jalan keluar atau penyelesaian/pemecahan masalah demi pelayanan terbaik kepada pelanggan,” tandas Didiek.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*