PT KAI Lancarkan Strategi “Geng Terbang” Untuk Atasi Gangguan Perjalanan Kereta

– PT Indonesia () menyatakan telah memiliki strategi khusus guna mengatasi perjalanan , khususnya kereta rel listrik (KRL) . PT KAI menyebut strateginya Flying gang yang jika diartikan yaitu “geng terbang”.

“Kami mengoptimalkan flying gang sehingga gangguan bisa teratasi dengan cepat,” ujar Kepala Humas PT KAI Agus Komaruddin kepada Kompas.com, Selasa (9/12/2014).

Flying gang merupakan istilah yang digunakan PT KAI untuk tim khusus beranggotakan teknisi yang dibekali peralatan perbaikan kereta untuk dipakai sewaktu-waktu. Flying gang akan ditempatkan di beberapa lokasi yang rawan gangguan diantaranya lokasi yang kerap dilanda banjir, longsor dan banyak pepohonan rapuh.

“Tempatnya itu ditentukan berdasarkan pengalaman. Jika memang tempatnya itu sering terjadi bencana-bencana yang menyebabkan rawannya gangguan perjalanan kereta, kami tempatkan flying gang di sana,” katanya.

Tim khusus ini diharapkan dapat mengatasi gangguan dalam perjalanan kereta yang menjadi salah satu penyebab penumpukan di , terutama di dengan banyak persimpangan. Selain itu juga menghindari akibat lainya seperti penundaan kereta. Agus mengklaim bahwa keberadaan tim ini dapat memangkas banyak waktu yang dulu diperlukan untuk perbaikan.

“Kami berharap gangguan jadi hanya berkisar 10-15 menit,” terang dia.

Agus menyebutkan, tim khusus flying gang saat ini sudah tersebar di Jatinegara, Tanah Abang, Rangkas Bitung dan Cikarang. Tim ini juga dibekali dengan peralatan kerja perbaikan dan kereta penolong lainnya.