PT KAI Sudah Perhitungkan Segmen Pengguna KRL

– Ignasius Jonan, Direktur Utama (KAI), mengatakan bahwa pihaknya telah memperhitungkan dengan baik siapa saja yang nantinya akan menggunakan jasa khususnya Commuterline .

Menurutnya, dengan perhitungan tersebut, seharusnya tidak ada lagi keluhan dari KRL, misalnya seperti kartu hangus akibat tidak lagi melakukan perjalanan menggunakan KRL dalam kurun waktu tujuh hari.

“Kalau jamnya tidak sesuai dengan jam harapan masyarakat, ini penumpang 600.000 sehari. Ya, kalau enggak sesuai naik kendaraan pribadi saja. Kita enggak bisa menyesuaikan harapan 600.000 kepala yang berbeda-beda pikirannya,” ujar Jonan, Rabu (25/9/2013).

Jonan juga memastikan dari 600.000 penumpang yang menggunakan KRL pada jam dan hari kerja, mayoritas merupakan penumpang yang bepergian 2-3 kali dalam seminggu.

“Estimasi kami itu 90 persen reguler menggunakan KRL. Kalau reguler kenapa tidak beli yang multi trip, supaya bisa naik selama satu, dua, tiga minggu, tanpa top up tiap hari,” imbuhnya.

Jonan menambahkan, saat ini terus berusaha memberikan pelayanan publik sehingga lebih banyak orang yang dapat mengakses. Pada 2009, kapasitas KRL hanya 300-350 penumpang per hari. Saat ini, mencapai 600.000 penumpang per hari.

Namun, menurut Jonan penyediaan transportasi publik tidak bisa hanya dilakukan oleh PT KAI, Kementerian Perhubungan juga harus turut berpartisipasi dalam hal ini.
“Kami sebenarnya selalu meningkatkan kapasitas dari waktu ke waktu. Banyak urusannya (KRL sebagai transportasi publik), sistem persinyalan, keselamatan, di samping nambah . Orang kan pikirannya cuman nambah , karena kereta api tidak bisa berjalan di atas rumput,” jelasnya.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur