Puncak Arus Mudik di Stasiun Malang Berlangsung Mulai Akhir Pekan Ini

Radne Anyarso Tulad, Kepala Stasiun Malang - suryamalang.tribunnews.com
Radne Anyarso Tulad, Kepala Stasiun Malang - suryamalang.tribunnews.com

Klojen – Momen Hari Raya Idul Fitri sudah semakin dekat. Adapun puncak arus di Kota Baru, Balang diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Akan tetapi, 3 hari setelah dibukanya posko di Malang, rupanya situasi masih berlangsung normal seperti hari-hari biasa.

Menurut Kepala Stasiun Malang Radne Anyarso Tulad, sampai saat ini masih belum terjadi yang signifikan lantaran sekolah pun masih belum liburan. Jika saat hari biasa, terdapat sekitar 3.000-4.000 yang turun di Stasiun Malang, sedangkan yang berangkat dapat mencapai 5.000 orang.

“Kemungkinan Sabtu mulai melonjak. Kalau prediksi lonjakan akhir pekan jumlahnya diprediksi bisa sampai 2 kali lipat di antara angka 6 ribu sampai 8 ribu,” papar Radne, Selasa (28/5), seperti dilansir Tribunnews. Lebih lanjut Radne menjelaskan, di stasiun antrean tidak terlalu padat lantaran calon penumpang lebih banyak yang membeli secara online.

Radne sendiri memperkirakan tahun ini akan terjadi peningkatan jumlah pemudik di wilayah PT Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 mencapai 4%. “Kalau pun ada antrean itu penumpang yang mau masuk peron karena harus menunjukkan identitas,” sambungnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Daop 8 pun mengoperasikan 3 kereta tambahan. “Tiga kereta tambahan yang disiapkan adalah Kereta Matarmaja Ekonomi Malang – Pasar Senen, kereta Gajayana eksekutif Malang – Gambir, dan kereta ekonomi Malang – Surabaya,” ungkapnya.

Sejauh ini, tiket kereta untuk arus balik sampai H+7 Lebaran terpantau telah habis terjual. “Tiket arus balik baru tersedia sekitar tanggal 16 Juni. Sebelum tanggal itu sudah habis terjual,” papar Radne. Guna meningkatkan kenyamanan selama arus mudik dan balik, Stasiun Kota Baru Malang juga mempersiapkan sejumlah tambahan, misalnya saja menyiagakan tim kesehatan.

“Mulai 26 Mei kemarin kami siapkan tenaga bantuan luar yaitu tiga perawat kesehatan serta satu dokter yang siap on call 24 jam. Untuk keamanan juga kami mendapat bantuan dari Pomal, Polsek, dan koramil. Termasuk juga menyiagakan 6 orang costumer service mobile. Nantinya mereka akan menyisir kepada penumpang agar jangan sampai ada yang salah kereta,” tandasnya.