Rail Clinic Giliran Sambangi Masyarakat di Stasiun Pulu Brayan

M Ilud Siregar, Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut - medan.tribunnews.com
M Ilud Siregar, Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut - medan.tribunnews.com

Medan – PT Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara kembali mengadakan acara bakti sosial untuk yang bermukim di perlintasan kereta di Pulu Brayan Medan lewat pada Selasa (23/10) kemarin. Bakti sosial ini sengaja diberikan untuk daerah yang jauh dari umum dan masih berada di jalur perlintasan kereta api.

“Hadirnya Rail Clinic dalam kegiatan bakti sosial ini untuk memberikan kesehatan di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas umum dan berada di jalur kereta api,” ujar Manager Humas Divre I Sumut, Ilud Siregar, seperti dilansir Elshinta.

Lebih lanjut Ilud menjelaskan jika Rail Clinic adalah wujud kontribusi dalam kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dan edukasi kesehatan, serta sosialisasi keselamatan perkeretaapian. “Ini sebagai upaya KAI untuk membantu pemerintah di bidang kesehatan, terutama kepada masyarakat di daerah sekitar jalur KA yang sulit dijangkau kesehatan,” papar Ilud.

Layanan kesehatan gratis yang diberikan di Stasiun Pulu Brayan tersebut mencakup Pelayanan Kesehatan Dokter Umum, Pelayanan Kesehatan Gigi, Pelayanan Kebidanan dan Pemeriksaan Mata dengan fasilitas peralatan kesehatan autorefraktormeter/keraktormeter, dental gigi yang dilengkapi kamera intraoral, alat USG, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Selanjutnya dalam kegiatan ini dilakukan pemberian kacamata gratis bagi siswa SD YWKA, kurang lebih 30 siswa. Untuk undangan sebanyak 300 peserta yang diberikan pengobatan gratis yang terdiri dari 270 Masyarakat Umum dan 30 siswa tingkat SD,” sambung Ilud.

Tak hanya pelayanan kesehatan gratis saja, PT KAI Divre I Sumut juga melakukan sosialisasi keselamatan perkeretaapian yang meliputi sosialisasi ketertiban berlalu lintas di perlintasan sebidang jalur kereta api, pelemparan terhadap kereta api dan peran serta masyarakat terhadap keselamatan perkeretaapian.

Berdasarkan data yang ada sampai saat ini, sepanjang tahun 2018 kecelakaan di pintu perlintasan wilayah Divre I Sumut mencapai 29 kali kejadian kecelakaan dan 30 kasus pelemparan, lebih rendah dari tahun 2017 lalu sebanyak 64 kali kecelakaan dan 59 kasus perlintasan. “Untuk data pintu perlintasan jumlah pintu perlintasan yang resmi sebanyak 86 pintu perlintasan serta 212 Pintu Perlintasan yang tidak resmi di wilayah Divre I Sumut,” pungkas Ilud.