Reaktivasi Jalur Kereta Rangkasbitung-Labuan Dijadwalkan Rampung Tahun 2021

Jalur Kereta Rangkasbitung-Labuan - Maybi Prabowo
Jalur Kereta Rangkasbitung-Labuan - Maybi Prabowo

Serang – Pengaktifan kembali atau reaktivasi Rangkasbitung-Saketi-Labuan rencananya akan mulai dilaksanakan tahun 2019 depan. Jalur sepanjang 56,45 km tersebut saat ini kabarnya telah memasuki tahap pembersihan lahan.

“Saat ini sedang dilakukan land clearing jalur kereta api yang sudah dijadikan umum dan rumah warga. Kan itu aset pemerintah maka harus dibersihkan,” ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Herdi Jauhari di Serang, Banten, Selasa (3/7), seperti dikutip Antara.

Lebih lanjut Herdi memaparkan bahwa pembersihan lahan dilakukan karena jalur kereta api tersebut sudah berpuluh tahun tidak aktif serta sudah banyak yang beralih fungsi menjadi fasilitas umum dan rumah-rumah warga. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan kabupaten/kota berupaya untuk menyosialisasikan rencana pembersihan lahan supaya berjalan lancar dan tertib. “Kan pembangunannya akan dimulai 2019, kami dari pemprov dan kabupaten/kota berperan memberikan sosialisasi kepada warga bahwa jalur kereta api tersebut akan dibangun,” ungkap Herdi.

Tahun 2018 ini pihak Pemprov Banten dan Kementerian Perhubungan akan memulai tahap reaktivasi rel kereta api dengan pembebasan lahan karena di jalur tersebut kini telah banyak didirikan bangunan-bangunan rumah dan sebagainya.

Usai proses pembebasan lahan dan relokasi warga rampung, proses akan dilanjutkan dengan konstruksi rel yang mulai dilaksanakan tahun 2019 usai pembebasan lahan. Tahun 2021 kereta api (KA) jalur Rangkasbitung-Saketi-Labuan ditargetkan kembali beroperasi untuk melayani .

Tak cukup sampai di situ, setelah tahun 2021 operasionalisasi jalur tersebut selesai, maka akan kembali dilanjutkan sampai Panimbang. perpanjangan jalur hingga Panimbang ini dilakukan demi mendukung jalur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang dan ke Bayah di Kabupaten Lebak.

“Untuk ke Labuan dan Bayah nanti setelah 2021. Ini untuk memudahkan pergi ke pariwisata dengan massal,” beber Herdi. Menurut Herdi, pembangunan jalur kereta api harus terintegrasi dan terpadu. “Mulai 2019 akan mulai dibangun stasiun khusus di sekitar Rangkasbitung,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*